Ratusan ikan Keramba mati, diduga akibat tercemar limbah cair

Petugas Dinas lingkungan hidup (DLH) Banjarmasin mengambil sampel air, yang diduga tercemar limbah dari aktivitas usaha.Muhammad Fudail (kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Ratusan ekor ikan keramba milik warga jalan Batu Piring, Kelurahan Antasan Besar, Kecamatan Banjarmasin Tengah, mati diduga akibat air tercemar limbah aktivitas usaha.

Pemilik Keramba, Saufian Iskandar (55) mengaku, bahwa ini sudah kedua kalinya ikan keramba miliknya banyak yang mati. Pertama terjadi pada satu bulan yang lalu, dan kedua sekarang ini.

Bacaan Lainnya

“Saat kejadian itu, kita bersihkan saluran drainase sekitar sini. Tapi bertahan satu bulan, sekarang kembali terjadi hingga membuat ikan banyak mati,” ujar Saufian, Selasa (26/07 /22) kepada wartawan.

Dirinya meminta, kepada pengusaha terdekat diwilayahnya untuk memeriksa drainase pembuangan limbah sekitar usaha.

“Kami menduga dari pelaku usaha, sebab di drainase itu airnya seperti terkandung sabun dan minyak,” ungkapnya.

Akibat limbah cair mencemari Keramba ikan tersebut, pemilik keramba mengalami kerugian jutaan rupian.

Sementara, Pemko Banjarmasin melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mendapat keluhan warga tersebut, langsung turun kelapangan untuk melakukan pengambilan sampel.

Setidaknya ada dua titik pengambilan sampel, yakni di tempat pencucian mobil dan tambak milik warga.

“Kita lakukan pengambilan sampel untuk diperiksa di laboratorium. Sekitar 14 hari akan keluar hasilnya,” ujar Adi Rahman, Fungsional Ahli Muda Pengendalian Lingkungan DLH Banjarmasin.

Sementara ada beberapa dugaan indikasi asal muasal limbah cair tersebut. Bahkan ketika jajaranya menelusuri selokan di kawasan tersebut, terlihat gumpalan lemak.

“Tidak hanya pencucian mobil, kami juga menemukan ada warung yang sisa minyaknya langsung dibuang ke selokan,” katanya.

Ia juga telah menyarankan kepada pelaku usaha di sekitar kawasan itu, untuk menggunakan Grease Trap atau perangkap lemak.

“Kita sudah sarankan mereka menggunakan Grease Trap. Sehingga sisa minyak atau apapun tidak dibuang langsung ke selokan,” terangnya.

“Kalau terbukti diatas baku mutu, maka akan ada teguran administratif kepada para pelaku usaha,” tandasnya.

Sport.kalselpos.com

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait