Dewan sarankan Warga Batuah dibuatkan Rusun dan diberi modal

Matnor Ali.Aspihan Zain(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Proses revitalisasi Pasar Batuah Banjarmasin Timur yang akan dilaksanakan Pemerintah Kota Banjarmasin, disarankan agar dibangun menjadi satu paket dengan penyediaan Rumah Susun (Rusun) sewa maupun milik (Rusunami).

“Penghuni Rusun dan pasar yang disiapkan juga harus diprioritaskan untuk warga yang rumah atau bangunannya terkena pembebasan lahan,” ujar Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, kepada wartawan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, nantinya setelah bangunan tersebut selesai, maka Pemko Banjarmasin dapat memberikan modal atau stimulan melalui bantuan UMKM atau KUR kepada warga setempat untuk berjualan dan tetap menjadi penghuni di kawasan Pasar Batuah.

“Jadi mereka merasa teranyomi. Sekarang kan warga merasa digusur atau tereliminasi,” imbuhnya.

Dikatakannya, sebelum diwacanakan menjadi revitalisasi pasar, kawasan Pasar Batuah sebelumnya diplot sebagai lahan untuk pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa). Sehingga ada baiknya bila kawasan itu dikembalikan menjadi lokasi pembangunan Rusun.

“Rusun tersebut bisa dijadikan dua fungsi, yakni pasar sekaligus Rusunawa atau Rusunami (rumah susun hak milik),” ucapnya.

Pada bagian lantai dasar gedung jelasnya, bisa diimanfaatkan sebagai pasar tradisional, sementara di lantai 2 untuk pasar modern untuk lapak elektronik, perabot rumah tangga dan sejenisnya.

“Kemudian, pada lantai 2 dan seterusnya dijadikan Rusunawa atau Rusunami,” sarannya.

Dijelaskannya, Rusun itu konsepnya seperti apartemen, jadi warga yang menghuni akan mendapatkan status hak milik. Namun, ada angsuran atau cicilan yang ditarik hingga beberapa tahun, sesuai dengan nilai jual yang ditawarkan Pemko Banjarmasin per unit kamar Rusunami.

“Tentu saja angsurannya jangan sampai memberatkan warga,” harapnya.

Opsi tersebut tekannya, bisa ditawarkan dan dapat menjadi solusi terakhir dan terbaik, yang disepakati warga dan Pemko Banjarmasin.

“Mudahan opsi ini bisa disampaikan pada 5 Juli 2022 nanti, atau saat pertemuan Komnas HAM RI dengan Pemko Banjarmasin di Pemprov Kalsel, Banjarbaru yang memfasilitasi persoalan pembebasan lahan Pasar Batuah,” inginnya.

Disisi lain, Matnor turut khawatir jika anggaran revitalisasi Pasar Batuah senilai Rp3,5 miliar dari pusat menjadi terancam hangus, jika sampai September 2022 nanti pembebasan lahan Pasar Batuah tak kunjung selesai.

“Sementara, kalau untuk konsep pasar sekaligus Rusun tentunya anggaran sebesar Rp3,5 tidak cukup. Tapi masih diperjuangkan dari Kementerian PUPR,” tandasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.