Dicari Tandem Rafael dan Playmaker

PS Barito Putera/ Net/ Kalselpos.com(kalselpos.com)
Syaiful Anwar Redaktur dan
Wartawan Senior Kalsel Pos/ kalselpos.com(kalselpos.com)

Oleh Syaiful Anwar
Redaktur dan Wartawan Senior Kalsel Pos

 

Bacaan Lainnya

kalselpos.com –Cukup menjanjikan penampilan tim Barito Putera menghadapi Kompetisi Liga 1 Indonesia tahun 2022-2023. Harapan tampil lebih baik dibanding dua musim kompetisi sebelumnya berdasarkan pertandingan pra musim di Piala Presiden 2022 Grup B yang digelar di Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur.

Empat kali main, Rizky Pora dan kawan-kawan tidak pernah kalah, dengan sekali menang atas Persija 2-0 dan tiga kali sekali.lawan RAN Nusantara, Pusam dan terakhir menghadapi Madura United.

Tak hanya dari statistik hasil pertandingan, lini pertahanan pun sudah cukup rapi, mampu menahan gempuran bertubi-tubi dari RAN, Pusam dan MU. Malah dengan 10 pemain saat menghadapi RAN dan Pusam, mampu menahan imbang keduanya.

Di musim lalu, Baritomania pasti deg-degan melihat.penampilam.tim Laskar Antasari, mengingat rapuhnya lini belakang. Renan Alves sebagai palang pintu terakhir tak menemukan tandem yang spandan, sehingga dengan mudah pertahanan diobrak-abrik lawan.

Sekarang ini, pemain Brazil ini berduet dengan Monim dan Saputra dibantu Sokoy, Bagas Kaffa, Bayu Pradana dan lain-lain cukup militan menahan gempuran lawan.

Penampilan pemain Barito sekarang ini juga cukup militan. Fighting spirit tak mau kalah juga sudah kelihatan. Ini yang sempat ‘hilang’ di musim kompetisi sebelumnya.

Dibalik pertahanan yang kokoh, melihat beberapa kali pertandingan Barito, masih banyak PR yang perlu perhatian pelatih Dejan Antonic, tidaknya pengatur serangan di lini tengah dan tandem Rafael Silva di depan. Gelandang yang dimiliki tim Laskar Antasari seperti seperti pemain Brazil Rafael Gomes, Rizky Pora, Umanailo, Rafi Syahrial, Ferdiansyah, Buyung Ismu tidak ada yang memiliki karakter mengatur irama permainan.

Mantan pemain PSS Sleman, mencoba Pora sebagai play maker, tapi tak jalan. Begiti juga Rafael G yang masuk di babak kedua saat melawan MU, malah sangat kurang kontribusinya penyeimbang di lini tengah, malah jarang mendapat bola.

Di depan, Rafael harus berlari sendirian mencari bola danenerobos pertahanan lawan. Suplai bola kedepan sangat kurang, hingga pemain Brazil ini harus mencari bola ke belakang. Pora yang fisiknya tidak bisa tampil 90 menit, sering terlambat mensupport kedepan karena faktor usia hingga stamina kurang maksimal.

Umanailo yang lebih muda memang punya jelajah tinggi, hanya saja umpat-umpatnya kurang akurat dan sering terlambat mengambil keputusan saat mengumpat bola atau mendribble. Sama halnya dengan Buyung Ismu, sering terlambat dalam mengambil keputusan, kapal langsung menendang ke gawang lawan atau mengumpan, hingga peluang emas pun terbuang percuma.

Perlu mendapat perhatian Dejan juga masalah fisik pemain yang perlu ditingkatkan, supaya bisa main konsisten hingga 90 menit. Memang masalah fisik pemain tak hanya di Barito, juga tim peserta Liga 1, hanya hanya konsisten main hingga 65 persen, setelah itu fisiknya menurun drastis.

Tak kalah pentingnya, pelatih juga harus bisa mengontrol emosi pemain, khususnya Sokoy dan Monim. Hanya dalam empat pertandingan, mendapat dua kartu merah. Kalau tempremen tak terkendaki di Liga, akan merugikan secara tim, karena pertandingan cukup panjang dan berkurangnya kekuatan tim.

Bagaimana dengan kiper, pelatih Dejan sekarang sudah punya kiper utama Joko Ribowo yang tampil ciamik di bawah mistar gawang.

Terlepas itu semua, tampil di Piala Presiden merupakan ajang untuk uji coba menurunkan pemain baru dan mengetahui titik lemah serta kekurangan untuk berbenah diri. Misalnya gagal ke Piala Presiden, bukan berarti Barito tampil kurang bagus, karena tolok ukurnya di Kompetisi Liga 1 dan itu harus dipahami fans Laskar Antasari.

Selama sisa waktu sebelum kompetisi digelar, Dejan bisa membenahi tim dimana kekurangannya dan mencari pemain tambahan, supaya tim Seribu Sungai tambah solid. Apalagi masih ada slot untuk pemain asing dari Asia untuk mencari playmaker handal. Bartman pasti tak ingin di akhir kompetisi tim kesayangannya berada di zona merah hingga bikin deg-degan. Semangat Barito, kamu bisa. (*)

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.