Muslih “sayangkan” Penyertaan Modal PDAM Bandarmasih tidak dilakukan

Muslih, Mantan Direktur PDAM Bandarmasih.Muhammad Fudail(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com– Mantan Direktur Utama PDAM Bandarmasih, Muslih, angkat bicara terkait statemen Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina terkait penyertaan modal perusahaan milik daerah tersebut.

Menurutnya, operasi tangkap tangan (OTT) 2017 lalu tidak berkaitan dengan penyertaan modal PDAM Bandarmasih.

Bacaan Lainnya

“Penyertaan modal sama sekali tidak berkaitan dengan OTT lalu, apa lagi sangkut pautnya dengan penerapan Peraturan daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2017 tentang penyertaan modal pemko bjm kepada PDAM Bandarmasih,” ujar Muslih kepada wartawan, Kamis (19/5/2022).

Ditegaskannya, Perda tersebut tetap berlaku bahkan telah disahkan oleh Pemprov Kalsel hingga dimasukkan dalam lembaran negara pada 4 Juli 2018.

“Perda itu sah dilakukan, namun pemerintah kota (Pemko) dan direksi PDAM Bandarmasih tidak melakukan nya,” cetusnya.

Dalam perda itu terang Muslih, jelas sejak tahun 2015 sampai 2020, keuntungan PDAM Bandarmasih boleh tidak disetor sebagai PAD.

“Sekarang penerapan perda itu justru tidak dilakukan, hingga berimbas pada buruknya pelayanan yang diberikan PDAM Bandarmasih kepada para pelanggan,” sesalnya.

“Padahal menurut KPK pun perda itu tak ada cacat hukum,” cecarnya.

Prosedur pembuatan perda itu sambungnya, tidak cacat bahkan sampai selesai. “Makanya penggodokan perda itu disetujui pula oleh Pemprov Kalsel. Artinya, perda itu sah dan bisa digunakan,” tekannya.

Kendati diakuinya, yang cacat itu hanya karena seusai perda itu ada. “Ada transaksi antara saya dengan pihak DPRD Kota Banjarmasin. Hingga berujung  OTT KPK. Tak ada hubungannya dengan penerapan dengan penyertaan modalnya,” sebutnya.

Muslih sangat menyayangkan Perda itu tidak dijalankan. Hingga, perda penyertaan modal, seperti hanya sebatas perda kosong tanpa penerapan.

“Saya lihat direksinya kurang smart. Tidak berani menjalankan perda penyertaan modal itu. Malah disetor semua sebagai PAD. Padahal sudah ada perdanya. Di perda pun sudah ada perkiraan rinciannya dananya,” ungkapnya.

“Dahulu, perkiraan total lima tahun itu semestinya penyertaan modal yang didapat bisa mencapai Rp50,7 miliar,” susulnya.

Imbas dari tidak diterapkannya perda penyertaan modal itu, ada banyak masalah pelayanan yang meliputi PDAM Bandarmasih. Salah satunya, distribusi air yang macet itu.

Kemudian, yang semestinya sejak tahun 2017 lalu sudah ada peremajaan pipa-pipa, kini hal itu juga tak kunjung dapat dilakukan.

Padahal, untuk peremajaan pipa dari jalur Ahmad Yani hingga kawasan Soetoyo S, dari segi peralatan sebenarnya sudah siap.

“Pipa-pipanya sudah ada dan siap di kawasan Kompleks PDAM Bandarmasih di kawasan Jalan Pramuka. Bahkan untuk proyek pengerjaan juga siap lelang. Rencananya di bulan Oktober tahun 2017,” bebernya lagi.

“Tapi pengerjaannya tidak dilanjutkan. Makanya, alasannya kenapa tekanan distribusi air tidak bisa dinaikan, ya karena mestinya sejak tahun 2017 pipa yang semestinya sampai sekarang belum juga diganti,” tandasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.