Dewan minta PDAM Bandarmasih maksimalkan Distribusi Air Bersih di wilayah krisis

DPRD Banjarmasin melakukan rapat dengar pendapat bersama jajaran PDAM Bandarmasih dalam rangka mengatasi kelangkaan air bersih di Banjarmasin Barat. Aspihan Zain (kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com– DPRD Banjarmasin melalui Komisi II setempat memanggil jajaran direksi PDAM Bandarmasih dalam rangka mengatasi kelangkaan air bersih yang terjadi di beberapa kawasan di Kecamatan Banjarmasin Barat, Kamis (19/5/22).

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin Awan Subarkah meminta, PDAM Bandarmasih segera menyelesaikan persoalan gangguan suplai air bersih di Banjarmasin Barat yang sudah terjadi berbulan-bulan.

Bacaan Lainnya

“Warga sudah terlalu lama kesulitan air bersih. Kami juga upayakan bagaimana agar persoalan ini segera teratasi, salah satunya membahas penyertaan modal bagi PDAM Bandarmasih,” ujar Awan Subarkah, usai rapat dengar pendapat, di ruang Komisi II DPRD Banjarmasin.

Menurutnya, untuk mengatasi kebutuhan air bersih pelanggan yang saat ini terdampak, dapat dimaksimalkan distribusi melalui mobil tangki untuk sementara waktu. Namun jangan sampai terhambat, menyesuaikan kebutuhan air bersih warga.

“Kami juga mengupayakan agar Banjarmasin Barat suplai air bersih normal seperti dulu,” inginnya.

Dikatakannya, krisis air bersih dirasakan warga yang bermukim di kawasan pinggiran khususnya Banjarmasin Barat. Ini terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Sementara pihak PDAM Bandarmasih menerangkan, bahwa krisis air bersih yang terjadi di Banjarmasin Barat karena memang ada penurunan tekanan air dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Achmad Yani menuju Soetoyo S Banjarmasin.

“Kami upayakan saat ini agar pelanggan tetap dapat air bersih meski tidak normal seperti biasa. Salah satunya pergantian pipa di wilayah pemukiman,” ucap Direktur Operasional Supian, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) lintas fraksi.

Dikatakan Supian, PDAM Bandarmasih belum bisa memastikan kapan suplai air di Banjarmasin Barat berjalan normal seperti biasa, mengingat jika tekanan air dipaksakan menjadi 4 bar, ditakutkan pipa distribusi akan pecah dan menimbulkan dampak lebih besar bagi pelanggan di Banjarmasin.

“Saat ini tekanan hanya 2 bar saja, makanya bagian ujung jaringan seperti Banjarmasin Barat suplai air tidak lancar,” terangnya.

Pihaknya berencana melakukan pergantian pipa distribusi secara bertahap hanya saja saat ini terkendala besarnya anggaran biaya karena sesuai instruksi Balai Jalan Nasional, pergantian pipa boleh dilakukan dengan cara pengeboran, bukan pembongkaran.

“Kita sudah susun anggaran pergantian sebesar Rp40 miliar. Namun oleh Balai Jalan untuk membongkar pipa tidak diperkenankan dengan cara dibongkar tapi dibor. Pengeboran dananya sangat besar mencapai Rp90 miliar,” sebutnya.

Upaya jangka pendek tambahnya, suplai air bersih ke pelanggan yang mengalami gangguan seperti di Banjarmasin Barat terpaksa melalui mobil tangki dan menempatkan beberapa tandon air untuk keperluan air bersih warga yang terdampak.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.