Lahan Pertanian di HST Semakin Menyusut

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Gt. Rosyadi Elmi laksanakan Sosialisiasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan yang dilaksanakan di Aula Desa Paya Besar Kecamatan Batu Benawa (9/5).(ist)Sidik(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Setiap tahunnya kondisi luas lahan pertanian di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) semakin berkurang. Bahkan kondisi ini sedikit mempengaruhi target capaian produksi pangan khususnya beras.

Kondisi ini disebabkan selain alih fungsi lahan pertanian menjadi permukiman atau perumahan, padahal jelas dalam Perda di pasal 12 ayat (2) huruf d mengamanatkan cakupan batasan minimal lahan pertanian di HST sedikitnya 29 ribu hektare.

Bacaan Lainnya

“Kami berharap lahan pertanian ini bisa membaik dan luasan areal pertanian tidak lagi mengalami penyusutan, ” Kata Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Gt. Rosyadi Elmi disela sela kegiatan Sosialisiasi Penyebarluasan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Tanaman Pangan Berkelanjutan yang dilaksanakan di Aula Desa Paya Besar Kecamatan Batu Benawa (9/5).

Ia menambahkan, berdasarkan data Dinas Pertanian dan Holtikultura HST luasan lahan pertanian yang hilang di wilayah ini cukup banyak, faktor penyebabnya akibat hantaman banjir bandang satu tahun lalu berdampak kerusakan lahan pertanian mencapai 11.231 hektar.

Diterangkannya, jika kondisi lahan pertanian ini tidak segera teratasi tentu
sangat berpengaruh sebagai daerah Swasembada pangan.

“Perda ini diharapkan bisa jadi acuan dalam menetapkan kebijakan khususnya di sektor pertanian, ” harapnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.