SPBU 64.744.01 Diduga Layani Pelansir

Mobil diduga memiliki tangki modifikasi saat mengisi bahan bakar di SPBU.(deny)(kalselpos.com)

Katingan, kalselpos.com – Kelangkaan minyak Pertalite di Kota Kasongan diduga dipicu oleh para pelansir.

Pengamatan Media ini pada sebuah SPBU 64.744.01 Jalan Tjilik Riwut kilometer satu arah Kereng Pangi, Kasongan, setiap bahan bakar itu bongkar, maka antrian membludak menggunakan mobil-mobil tua yang telah dimodifikasi.
Rata-rata pengisian mobil itu diatas 60 liter bahkan lebih.

Bacaan Lainnya

Awak media yang juga turut antri saat itu harus bersabar karena setiap mobil mengisi membutuhkan waktu 20 hingga 25 menit. Pembayaran para pelansir rata-rata lebih Rp500 ribu.

Padahal tangki normal untuk minibus hanya 45 liter. Diduga tangki telah dimodifikasi dan pengisian dilakukan secara berulang.

Sementara pemilik SPBU 64.744.01, yang biasa disapa Pak John melalui pengelola Ucing membantah jika mereka melayani pelansing.

“Untuk pembelian menggunakan jerigen tidak kami layani dan itu sudah sesuai aturan,” bantahnya.

Ia mengakui memang melayani para pembeli Pertalite yang menggunakan roda dua dan empat. “Rata-rata pengisian bahan bakar untuk minibus paling banyak 50 liter,” kilahnya.

Dirinya menjelaskan, untuk supply Pertalite mendapat jatah 16.000 liter perhari. Itupun jika hari libur seperti Minggu tak mendapat pengiriman.

Padahal, secara logika, bila supply Pertalite 16.000 liter dibagikan 50 liter per mobil maka akan diperoleh angka 320 kendaraan dan itu sangat cukup untuk kendaraan yang ada di Kota Kasongan maupun untuk kendaraan lintas kabupaten yang kebetulan lewat termasuk sepeda motor.

Tapi mengapa SPBU yang menjual Pertalite buka setengah hari lalu habis? Itu patut dipertanyakan.

Hal yang cukup unik, meskipun penjualan SPBU sudah tutup, tapi pengecer yang berada berdekatan dengan SPBU masih menjual Pertalite dengan Jerigen masih terlihat penuh.

Sekadar informasi, sebelumnya pemerintah pusat telah menetapkan bahan bakar Pertalite sebagai bahan bakar khusus penugasan menggantikan premium. Hal itu dipicu meningkatnya konsumsi Pertalite akibat kenaikan harga Pertamax.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.