Harry Wijaya : “Silahkan ajukan revisi Perda Ramadhan”

H Harry Wijaya(Aspihan Zain(kalselpos.com)

Banjarmasinkalselpos.com – Penerapan Peraturan Daerah (Perda) Ramadhan di Kota Banjarmasin, sepertinya bagi sebagian orang warga di kota itu dinilai sudah tidak relevan.

Sebab, penegakan Perda yang salahsatunya melarang warung makan atau restoran buka melayani pembeli disiang hari pada bulan ramadhan, aparat Satpol PP setempat mendapatkan protes dan penolakan keras dari pemilik tempat makan non halal yang kedapatan buka.

Bacaan Lainnya

“Kalau memang ada pihak yang keberatan atau menilai Perda sudah tidak layak, maka silahkan ajukan revisi,” ujar Ketua DPRD Banjarmasin, H Harry Wijaya, kepada wartawan, Sabtu (9/4/22).

Dikatakan Harry sapaannya, langkah pengajuan revisi tentu bisa saja dilakukan berdasarkan aspirasi dari masyarakat atau pihak yang mengharapkan dilakukannya perubahan atau revisi perda dimaksud.

Pihak Pemerintah Kota Banjarmasin lanjutnya, melalui jajaran dan instansi terkait bisa melakukan upaya tersebut dan menyampaikannya ke Dewan.

“Kita akan lakukan pembahasan bersama, setelah ada usulan tersebut,” ucapnya.

Harry Wijaya menyarankan, akan lebih baik bila sebelum tahap pengusulan revisi itu dilakukan, Pemko Banjarmasin dapat mengundang, melibatkan dan meminta pandangan dari perwakilan seluruh pemuka atau tokoh agama.

“Bisa dari FKUB dan lainnya, supaya mendapatkan masukan yang menyeluruh dan sesuai,” ungkapnya.

Pihak Dewan yakinnya, juga akan menerima seluruh masukan, melibatkan dan membahas dalam revisi, bila nantinya tahapan tersebut benar perlu dilakukan.

“Harapannya tentu agar seluruh pihak dan warga Kota Banjarmasin memahami dan mematuhi aturan itu nantinya. Semoga kejadian viral semacam ini, menjadi koreksi dan membawa kebaikan bagi kita semua,” tandas Harry Wijaya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait