Teka-teki Pelatih Barito Putera Musim Depan

Fakhri Husaini dikabarkan menjadi kandidat kuat andai Barito gagal mempertahankan Rahmad Darmawan(Jaelani Hasan)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com– Rahmad Darmawan nampaknya menjadi sosok di kubu Barito Putera yang mendapat tepuk tangan paling keras musim ini. Pasalnya, pria plontos tersebut berhasil menyelamatkan Laskar Antasari dari jeratan degradasi.

Pelatih kelahiran Metro, Lampung pada 26 November 1966 itu datang ke Barito Putera usai mengantarkan RANS Cilegon FC menembus kasta tertinggi liga Indonesia. Tak ayal, kebersamaan yang singkat bersama Laskar Antasari membuahkan hasil manis. Torehan itu membuat manajemen kepincut untuk menggunakan jasa sang Marinir AL untuk menukangi Barito musim depan.

Bacaan Lainnya

Namun, asa manajemen Barito dan publik pecinta sepakbola Banua menemui arang terjal. Coach RD diprediksi akan kembali ke RANS Cilegon FC. Hal itu disampaikan oleh Chief Operating Officer (COO) Rans Cilegon FC, Darius Sinathrya. Ia berharap timnya bisa kembali menggunakan jasa Coach RD musim depan.

“Untuk pelatih, kami ingin bisa lanjut sama Coach RD, karena beliaulah yang berjasa membawa RANS ke Liga 1,” kata Darius.

Mesti belum pasti, fakta ini membuat Barito Putera harus mulau memikirkan pelatih baru sebelum Liga 1 2022-23 menggelar kick off. Perekrutan posisi pelatih sangat penting sebelum klub menyiapkan materi pemainnya.

Seiring berjalannya waktu, nama Fakhri Husaini kemudian menyeruak, dan ditengarai masuk dalam radar Barito Putera. Sayang, Fakhri belum pernah menerima tawaran melatih klub selain dari Kalimantan Timur.

Fakhri Husaini sudah menyudahi kepemimpinannya di Borneo FC, bahkan sebelum kompetisi Liga 1 2021-2022 berakhir. Walau cukup jarang menerima pinangan untuk melatih lagi di Liga 1, eks pelatih tim PON Aceh tersebut dikenal cukup dekat dengan tim-tim asal Kalimantan.

Fakhri Husaini justru lebih identik dengan kursi kepelatihan timnas Indonesia kelompok umur usia muda, dan membawa Timnas U-16 juara Piala AFF U-16 2018. Jika ditelusuri, Fakhri Husaini baru pernah melatih tiga klub lokal di sepanjang kariernya. Ketiga klub itu juga memiliki kesamaan yakni berasal dari Provinsi Kalimantan Timur.

Kendati demikian, Barito memiliki kelebihan yang mungkin bisa menggoda sang pelatih. Laskar Antasari dikenal sebagai tim yang ramah dengan pemain muda. Sementara Fakhri sendiri piawai dalam meracik strategi untuk para pemain muda di timnas. Barito dan Fakhri Husaini adalah kombinasi yang sangat menjanjikan. Apakah kedua pihak benar-benar menjalin kerja sama di ajang Liga 1 2022-2023 mendatang?

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait