Komisi III DPRD Kalsel Minta BPJN Desak Kontaktor Selesaikan Pekerjaan Jalan

Kata Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Sahrujani.(sidik)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Seiring banyaknya keluhan dan desakan masyarakat terutama pengguna angkutan jalan yang sering
melintas penghubung Jalan Liang Anggang ke Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut (Tala), maka Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) meminta agar pihak kontraktor bisa mempercepat progres pekerjaannya.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh Ketua Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Sahrujani
kepada Kalselpos. com Kamis (20/1) kemarin.

Bacaan Lainnya

Diutarakannya, desakan itu bukannya tanpa alasan, sebab saat ini alur lalu lintas (lalin) hingga kini kondisi Jalan Liang Anggang masih rusak parah, meski tengah dalam perbaikan nyatanya fakta dilapangan pihak kontraktor belum berhasil mengatasi kerusakan tersebut sampai berbulan-bulan sampai sekarang.

 

“Akibat perbaikan Jalan Liang Anggang yang belum kunjung selesai itu, angkutan umum maupun sembako dari dan ke Banjarmasin – arah timur serta tenggara maupun sebaliknya menjadi terganggu, ” Katanya.

Diungkapkannya, pihaknya meminta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kalsel bisa mendesak pihak kontraktor agar secepatnya bisa menyelesaikan pekerjaannya, sejauh ini pihak kontraktor pelaksana sudah dikenakan denda Rp 75 juta per hari karena sudah dari perjanjian kontrak, namun masih ada estimasi waktu agar bisa dirampungkan pekerjaannya sehingga alur transportasi termasuk angkutan barang (sembako) ke wilayah timur/tenggara Kalsel diantaranya Kabupaten Tala, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru hingga Kalimantan Timur (Kaltim) bisa lancar.

“Sisa waktu tersebut bisa dimanfaatkan dengan baik oleh kontraktor pelaksana, ” tambahnya

Sementara itu Kepala BPJN Kalsel, Sauqi menegaskan, pihaknya terus berupaya mendorong kontraktor agar segera menyelesaikan pekerjaan supaya jangan masuk “daftar hitam” atau sanksi yang lebih berat, sebab keterlambatan pekerjaan karena kontraktor kurang memperhitungkan kondisi medan dan cuaca.

“Ya jika kontraktor tidak bisa menyelesaikan hingga batas waktu, terpaksa dilakukan lelang ulang, ” tandasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.