Dewan gelar RDP revitalisasi Pasar Batuah

DPRD Banjarmasin menggelar diskusi dan rapat dengar pendapat antara warga dengan perwakilan Pemko Banjarmasin, terkait rencana revitalisasi Pasar Batuah.Aspihan Zain kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – DPRD Banjarmasin melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) terkait rencana revitalisasi kawasan Pasar Batuah, dengan mempertemukan warga bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, Rabu (19/1/2022), di ruang rapat mini gedung dewan.

Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Tugiatno mengungkapkan, sejauh ini masih ada penolakan dan persoalan rencana revitalisasi Pasar Batuah tersebut.

Bacaan Lainnya

“Silahkan jika ingin menata pasar disana, namun tidak sampai merelokasi warga,” ujar Tugiatno.

Revitalisasi pasar katanya, bisa dilakukan, asalkan jangan sampai merelokasi warga yang sudah turun temurun bermukim disana.

“Mau pindah kemana mereka hanya orang kecil yang berdagang hanya untuk menyambung hidup,” ucapnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Banjarmasin, Ichrom M Tezar mengatakan, revitalisasi Pasar Batuah memang salahsatu program pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan dan Perindustrian (Perindag), menata seluruh pasar di Banjarmasin.

“Kita ingin memberikan layanan terbaik kepada warga Banjarmasin. Kita ingin jadikan Pasar Batuah jadi Pasar percontohan di Banjarmasin,” ucapnya.

Kemudian terkait penolakan dan tuntutan ganti rugi yang diminta warga, sesuai aturan Pemko Banjarmasin tidak bisa memberikan ganti rugi rumah warga yang berdiri diatas lahan milik Pemko.

Terpisah, Ketua Aliansi Kerukunan Warga Batuah, Syahriannor menilai rencana Pemko Banjarmasin itu adalah langkah terburu-buru dan tidak berpihak kepada masyarakat disana.

“Ada 700 jiwa lebih warga yang saat ini resah. Yang berjualan disana hanya 20 persen saja, sisanya 80 persen hunian warga,” sebut Syahriannor.

Warga menilai, sejak diakuisi oleh Pemko Banjarmasin tahun 1995 silam, Pemko tidak pernah berkomunikasi dengan warga terkait status lahan yang ditempati warga Batuah.

“Kami juga beli tanah disana. Ada yang saat itu Rp 400 dari tuan tanah. Ada kwitansi pembelian. Ketika ada rencana revitalisasi, tentu kami menolak. Mau kemana kami tinggal,” tegasnya.

Diketahui, rencana revitalisasi Pasar Batuah menelan anggaran cukup besar bersumber dari APBN sebesar Rp3 Miliar lebih dan APBD Banjarmasin Rp1 miliar lebih.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.