Penawaran PT TCT, Bukan Solusi untuk Sopir dan Pekerja Tongkang

  • Whatsapp
Jalan Hauling 101 yang masih bersengketa dan belum dibuka sampai saat ini.(dillah) (kalselpos.com)

Rantau, kalselpos.com – Tawaran PT Tapin Coal Terminal kepada PT Antang Gunung Meratus untuk menggunakan terminalnya mengangkut batubara bukan solusi bagi sopir dan pekerja tongkang yang terdampak blokade police line Jalan Hauling Km 101 Tapin.

Teks foto
Trubos salah satu perwakilan pegawai angkutan batubara.(dillah)(kalselpos.com)

“Kalau menggunakan terminal PT TCT kami pegawai tongkang tetap tidak bisa bekerja,” ujar Trubos salah satu perwakilan pegawai angkutan batubara Selasa (11/01) kemarin.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, adanya penawaran dari pihak PT TCT kepada PT AGM bukanlah jalan keluar untuk memecahkan masalah, karena permasalahan utama ada pada mereka (red-pegawai angkutan batubara), ditutupnya jalan hauling kami tidak bisa bekerja.

Sementara penawaran penggunaan fasilitas terminal dari PT TCT tentunya hanya menggunakan armada dari pihak PT TCT saja, sedangkan armada dari kami tetap tidak bekerja.

“Penawaran dari pihak PT TCT kepada PT AGM bukanlah yang kami inginkan, namun pembukaan portal yang kami minta selama ini,” Jelasnya.

Ditambahkannya, selama melakukan aksi demo baik itu di DPRD Kabupaten Tapin hingga ke Provinsi, tuntutan mereka tetaplah sama yakni Pembukaan Portal Jalan Hauling Km 101, sehingga penawaran itu bukan solusi buat kami para sopir namun solusi untuk perusahaan.

“Permasalahan utama adalah pemortalan Jalan hauling, karena Jalan Hauling dibuka semua masalah akan selesai,” tegasnya.

Sementara Perwakilan Ketua Asosiasi Angkutan Batu Bara Mahyudin menambahkan, selama jalan Hauling 101 di tutup pihak asosiasi angkutan telah mengeluarkan biaya hingga ratusan juta rupiah, utamanya untuk pemeliharaan armada truk dan pembayaran leasing dari angsuran bayar angkutan.

“Selama beberapa bulan terkahir ini sejak di tutup jalan Hauling tentunya pemasukan tidak ada sama sekali, “ ujarnya.

Pihaknya berharap berlarut-larutnya pemortalan jalan ini, tentunya pihak PT TCT bisa mendengar membuka mata mendengar dengan hati atas keluhan dari sopir-sopir angkutan batu bara yang menggunakan jalan hauling tersebut.

 

“Pihak TCT agar tidak ego lagi terhadap permaslahan yang terjadi saat ini, karena satu bulan lebih tidak bekerja dan tidak ada pemasukan. Mudah-mudahan jalan hauling dibuka kembali, sehingga sopir-sopir angkutan dapat bekerja seperti semula, “ pungkasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.