OJK: Kemiskinan, faktor utama maraknya Pinjol

Kepala OJK Regional 9 Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim (pegang mekropon) saat menjelaskan dunia Pinjol yang makin marak di Indonesia.(anas aliando)(kalselpos.com)

Balikpapan, kalselpos.com – Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 9 Kalimantan, Riza Aulia Ibrahim sependapat jika maraknya pinjaman online (Pinjol) di Indonesia faktor utamanya adalah kemiskinan.

“Kita akui, faktor kemiskinan adalah penyebab Pinjol makin marak, karena masyarakat perlu dana atau pinjaman yang cepat dan mudah,” ujarnya menjawab pertanyaan kalselpos.com, pada kegiatan media gathering OJK Regional 9 Kalimantan di Kota Balikpapan, Sabtu (10/12/2021).

Bacaan Lainnya

Dia menyebut, kalau mau meminjam dana ke Bank, masyarakat masih sulit karena banyaknya persyaratan yang harus dipenuhi.

“Kalau Pinjol prosesnya tidak ribet, memang kesannya mudah namun kenyataannya menyusahkan,” ujarnya.

Riza meyakini, jika kemiskinan angkanya makin berkurang, maka Pinjol pun akan makin berkurang karena masyarakat yang membutuhkan pinjaman juga berkurang.

Dia meminta kepada masyarakat yang sudah kadung menjadi “korban” Pinjol untuk melapor ke polisi.

Diungkapkannya, sebelum masyarakat mau memutuskan meminjam uang, dipastikan dulu Pinjolnya legal dan logis.

“Harus legal dan logis supaya aman,” cetusnya.

Dijelaskannya, legal  disini masyarakat harus melihat dengan seksama legalitas yang dimiliki oleh perusahaan investasi. Mudahnya untuk mengecek investasi bisa melalui call centre OJK di nomor 081157157157.

Sedangkan logis, masyarakat diminta melihat secara seksama telebih dahulu apakah keuntungan yang ditawarkan oleh jasa investasi wajar atau tidak.

“Jika keutungan yang ditawarkan terlalu tinggi dengan pengembalian modal yang relatif cepat, maka hal tersebut perlu di waspadai,” tukasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.