Jaksa Agung : “Saya tak butuh Jaksa pintar Namun tak Bermoral”

  • Whatsapp
[]puspenkum BERI PENGARAHAN - Jaksa Agung, Burhanuddin saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan beserta pejabat utama di Kejaksaan setempat, termasuk para Kepala Kejaksaan Negeri, Kamis (25/11/21) lalu.kalselpos.com)

Jakarta, kalselpos.com-Jaksa Agung RI, Burhanuddin menegaskan integritas dan profesionalisme harus sudah menjadi standar minimum yang harus dimiliki oleh setiap insan Adhyaksa.

“Karenanya, saya tak bosan-bosannya menyatakan ini. Saya tidak membutuhkan Jaksa yang pintar tetapi tidak bermoral, dan saya juga tidak butuh Jaksa yang cerdas tetapi tidak berintegritas. Yang saya butuhkan adalah para Jaksa yang pintar dan berintegritas,” tegas Jaksa Agung, saat memberikan pengarahan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan beserta pejabat utama di Kejaksaan setempat, termasuk para Kepala Kejaksaan Negeri, Kamis (25/11/21) lalu, sebagaimana rilis yang diterima kalselpos.com dari Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH MH, Minggu (27/11/21) malam.

Bacaan Lainnya

Menurut Jaksa Agung, integritas adalah segala tindakan yang menggambarkan kejujuran dan kewibawaan seseorang dalam menjalankan tugasnya.

“Oleh karena itu saya tekankan kepada seluruh insan Adhyaksa bahwa integritas bukan hanya sebuah tagline semata, integritas harus dilaksanakan baik melalui ucapan, tingkah laku dan tindakan nyata,” jelasnya.

Di sisi lain, Jaksa Agung juga meminta jajarannya untuk meningkatkan pengawasan melekat secara intensif kepada setiap anggota..

“Karena apabila anggota saudara melakukan perbuatan tercela, maka akan dievaluasi hingga dua tingkat ke atas, sebagaimana telah saya sampaikan dalam Surat Jaksa Agung Nomor: R-95/A/SUJA/09/2021 tentang Peneguhan Komitmen Integritas,” ujarnya.

Jaksa Agung mengingatkan, sudah banyak pegawai yang ditindak serta dipidanakan karena telah menggadaikan integritas dan martabat institusi.

Penindakan itu tentunya terkandung maksud untuk memberikan efek jera bagi semua, karena saya tidak ingin jika sikap dan perilaku saudara mencoreng doktrin Tri Krama Adhyaksa.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.