Berpotensi besar, Dewan dukung Lahan Pemko jadi Parkir dan Terminal Peti Kemas

  • Whatsapp
Matnor Ali( Aspihan)(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Memiliki lahan di kawasan strategis dengan luas yang memadai di lingkungan pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, Pemko Banjarmasin mendapatkan dukungan dari DPRD setempat, agar memberdayakan lokasi itu menjadi tempat parkir atau terminal peti kemas.

“Hasil tentu sangat potensial dalam membantu peningkatan pendapatan asli daerah (PAD, red),” ujar Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Matnor Ali, kepada wartawan.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, lahan Pemko Banjarmasin di Jalan Barito Ilir, Kelurahan Telaga Biru dikerjasamakan dengan PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III Regional Kalimantan, tentu bisa mendatangkan hasil yang signifikan.

“Kerjasama itu sudah dijajaki sejak 2017 lalu. Kalau bisa memang wilayah itu dibebaskan, maka bisa menjadi parkir dan terminal peti kemas, tentunya jadi tambahan PAD,” katanya, Kamis (14/10/2021).

Dikatakannya, bentuk kesepakatan pemanfaatan dengan kerjasama, bisa berpotensi memberikan PAD besar. Maka tentu berbeda dengan istilah tukar guling antara lahan, yang hasilnya hanya dimanfaatkan pihak yang berkepentingan.

“Memang adapula wacana pemko tukar guling kawasan Pelabuhan Trisakti dengan lahan milik Pelindo III di Pelabuhan Martapura Lama. Tapi itu hasilnya tidak signifikan bagi PAD,” ungkapnya.

Disisi lain, lahan yang dimiliki pemko bisa dimanfaatkan dengan biaya murah, sebab di titik lahan itu cukup dilakukan pengurukan pematangan, maka bisa langsung jadi terminal peti kemas atau parkir angkutan,” yakinnya.

Kemudian secara aturan, kawasan itu juga cocok dan sah digunakan untuk kegiatan pendukung industri dan pergudangan.

“Sudah ada Peraturan Daerah tentang RTRW, lahan milik Pemko itu masuk dalam kawasan pergudangan hingga perlu ada penataan,” yakinnya.

“Kalau seperti itu, warga yang di sana perlu dipikirkan. Bisa ganti rugi dan direlokasi ke tempat lain. Sebab aturannya, kawasan industri dan pelabuhan, tidak dapat dimanfaatkan dan berdampingan dengan pemukiman,” katanya.

Pelarangan pemukiman di sekitar pelabuhan mempunyai tujuan untuk menghindarkan warga dari kemungkinan adanya dampak buruk yang akan ditimbulkan oleh aktivitas pelabuhan,” jelasnya.

Di pelabuhan tekannya, berbagai macam barang dapar masuk. Bisa saja ada bahan kimia yang akan membahayakan warga sekitar.

“Seperti di Surabaya dan Tanjung Priok, itu jauh dari pemukiman,” tandasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.