Larangan ekspor rotan asalan di Kotim masih berlaku

  • Whatsapp
Kepala Kantor Pengawasan Bea dan Cukai Type Madya Pabean C Sampit Hari Murdiyanto (tengah) bersama dua stafnya saat silaturami bersama PWI Kotim.(ruslan ag)(kalselpos.com)

Sampit, kalselpos.com – Masih diberlakukannya atau belum dicabutnya pelarangan ekspor rotan asalan, maka semua pihak harus bersinergi menghadapi dampak larangan ekspor rotan asalan tersebut, terutama Pemda.

Hal itu ditegaskan
Kepala Kantor Pengawasan Bea Dan Cukai Type Madya Pabean C Sampit, Hari Murdiyanto saat silaturahmi dengan insan pers yang tergabung di dalam PWI Kabupaten Kotawaringin Timur ( Kotim) Provinsi Kalteng, Rabu (13/2) di Sampit.

Bacaan Lainnya

“Dalam hal ini kami hanya menerapkan peraturan dari Menteri Perdagangan, dan itu di wilayah kepabeanan,” ujar Hari.

Jadi aturan pelarangan ekspor rotan itu tegas Hari dibuat bukan dari institusinya, melainkan regulasi yang dibuat oleh kementerian lain.

“Kami hanya menegakkan peraturan titipan yang dibuat kementerian lainnya untuk ditegakkan,” tegasnya lagi.

Terkait dampak dari kebijakan pelarangan ekspor rotan asalan yang dinilai memukul petani di daerah penghasil rotan, menurut Hari semua pihak harus bersinergi terutama Pemda.

“Bagaimana memberdayakan petani dan neningkatkan SDM-nya, misalkan berkaitan dengan kerajinan dari rotan dan melakukan pembinaan untuk bisa menjawab kebutuhan pasar domestik,” terangnya.

Sementara itu baik pengurus maupun petani lokal di Sampit seperti Ketua Asosiasi Pengusaha dan Petani Rotan Kotim, Dadang Samsu, mengungkapkan, bahwa peraturan itu pernah dicabut namun diterapkan lagi.

“Pelarangan ekspor rotan asalan Ini bukanlah kebijakan yang pro rakyat daerah penghasil rotan seperti Kotim dan Kalteng umumnya,” tukas Dadang.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.