Jembatan dibongkar, Warga Pandu keluhkan jembatan darurat

  • Whatsapp
Pembongkaran Jembatan Pandu, Warga sementara menyeberang menggunakan jembatan darurat.(Dael)(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Warga Jalan Pandu RT. 16 RW 01, Kelurahan Kebun Bunga, Kecamatan Banjarmasin Timur, keluhkan Jembatan darurat.

Keluhan warga Jalan Pandu itu karena Jembatan untuk masuk jalan tersebut di dibongkar oleh Pemerintah Kota (Pemko) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin.

Bacaan Lainnya

Dalam pembongkaran jembatan Pandu itu pihak PUPR hanya membuat jembatan darurat untuk warga setempat. Namun jembatan darurat itu sempit dan tanpa pagar sehingga warga mengeluhkan.

“Warga disini banyak aktivitas warga termasuk pasar sama mesjid. Tentunya warga yang kepasar bingung lewat mana. Sama jemaah mesjid kebanyakan dari Pandu,” ujar Syahbani, Selasa (12/10/21) kepada wartawan.

Ketua RT 16 Siti Ragoyah mengatakan, pembongkaran jembatan di Pandu dilaksanakan sejak Minggu pagi lalu. Namun, jembatan darurat baru dibangun pada hari Senin.

“Jadi hampir 2 kali 24 jam itu jembatan belum dibangun. Bahkan panitia pemborong harusnya didampingi pemerintah, jangan sampai ada keluhan masyarakat terkait infrastruktur ini,” katanya.

Namun, pada Senin sore, akhirnya jembatan darurat dibuat oleh pihak pekerja. Namun jembatan tersebut dirasa tidak cukup layak digunakan, mengingat hanya dibuat dengan 2 keping papan dan tanpa pegangan.

Sementara itu, Kepala Bidang Jembatan di Dinas PUPR Kota Banjarmasin, Thomas Sigit Mugiono menerangkan pembongkaran Jembatan tidak hanya di kawasan Pandu saja. Tetapi ada lima titik yang ada di kawasan A Yani kota Banjarmasin.

“Pembongkaran ini di awali di kawasan jembatan pandu, jalan masuk SD Muhammadiyah 9, Gang Permata, Gang TVRI, dan Gang Andin Rama.Pembangunan kelima jembatan itu menggelontorkan dana sebesar Rp1,8 miliar dan akhir bulan Desember, semua jembatan sudah bisa dipungsikan,” tandasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.