Animo masyarakat bayar PKB tak ada lonjakan, malah cenderung melandai

  • Whatsapp
Rustamaji, Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel.(anas aliando)(kalselpos.com)

BANJARMASIN, kalselpos.com – Meskipun Pemprov Kalimantan Selatan (Kalsel) telah memberikan diskon pembayaran  Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sebesar 50 persen di bawah tahun 2021 dan penghapusan sanksi administrasi denda PKB, namun animo masyarakat untuk membayar PKB tetap biasa-biasa saja, tidak ada lonjakan yang signifikan dan malah cenderung melandai.

“Meski sudah ada relaksasi yang diberikan Pemprov, namun masyarakat masih banyak yang menunda bayar pajak kendaraannya, sebabnya tidak lain, pendapatan masyarakat yang menurun akibat pandemi,” ujar Rustamaji, Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel kepada kalselpos.com, Senin (27/9/2021).

Bacaan Lainnya

Disampaikannya, waktu relaksasi akan berakhir pada 9 Oktober 2021 mendatang. Target pendapatan yang diharapkan pun bakal susah terpenuhi, karena sampai di penghujung bulan September, pendapatan masih jauh dari target yang diharapkan.

“Tanggal 30 September ini kita umumkan capaiannya. Kita juga terus mengumpulkan masukan di lapangan sekaligus melakukan evaluasi. Segala kendala akan kita laporkan ke BPKP yang selanjutnya akan memberikan rekomendasi. Kita juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan Jasaraharja,” bebernya.

Rustam mengungkapkan, ternyata bukan hanya masyarakat perorangan yang memilih menunda bayar PKB, ternyata
ada juga beberapa perusahaan di Kalsel yang usahanya tetap berjalan dengan bagus, namun masih menunggak bayar pajak.

Bakeuda Kalsel pun berjanji akan melakukan tindakan tegas dengan cara mendatangi perusahaan untuk menjemput langsung pajak yang tertunda pembayarannya.

“Perusahaan yang bagus usahanya dan mampu bayar pajak tapi tidak mau bayar akan kami tagih langsung. Kontribusi mereka masih kurang untuk APBD Banua,” terangnya.

Padahal lanjut Rustam, pemerintah sangat perlu uang untuk kesehatan dan pemulihan ekonomi.

Rustam berujar, pihaknya sudah mengantongi perusahaan-perusahaan mana saja yang masih “ogah” bayar pajak.

“Kita akan koordinasi dengan SKPD di kabupaten/kota karena mereka lebih tahu wilayah setempat,” cetusnya.

Dari perhitungan yang sudah dilakukan, ternyata tunggakan pajak oleh perusahaan jumlahnya tidak sedikit. “Jumlahnya ratusan milyar,” ungkap Rustam.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.