Paman Yani Bersama DKP Laksanakan Sosialisasi dan Edukasi kepada Para Nelayan

  • Whatsapp
Kepala Pelabuhan Kotabaru, Nurbani (kiri), Anggota Komisi II DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi (tengah), Kepala DKP Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono (kanan).(ist)(kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com – Anggota DPRD Provinsi Kalsel, Muhammad Yani Helmi mengapresiasi sinergitas yang baik dan harmonis antara legislatif bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) dalam menjalankan program kerja.

Disampaikannya, termasuk upaya yang harus dilakukan dalam memberikan edukasi kepada para nelayan dalam menghadapi kendala maupun mendeteksi lebih dini di perairan

Bacaan Lainnya

“Setiap kendala pasti ada solusinya, Pemprov konsen memperhatikan pencatatan setiap hasil tangkap ikan sebagai bahan evaluasi terhadap hal-hal yang dianggap perlu,” Kata Yani Helmi kepada Kalselpos.com disela sela kegiatan temu koordinasi penerapan logbook penangkapan ikan oleh DKP mengambil tempat di Pelabuhan Perikanan Kotabaru Desa Stagen Kecamatan Pulau Laut Utara belum lama tadi.

Diungkapkannya, sosialisasi tatap muka ini diharapkan ada masukan maupun keluhan perlu di sampaikan misalnya saja ketika hasil tangkap mengalami penurunan, apakah disebabkan sarana yang kurang atau wilayah tersebut tidak lagi memiliki banyak ikan untuk ditangkap.

Diterangkannya, sehingga keberlangsungan ekosistem di laut benar-benar terjaga dan berkesinambungan termasuk menyampaikan terkait aturan (regulasi).

“Oleh karena itu pemberian edikasi kepada nakhoda dan pemilik kapal ini lebih kepada kewajiban pelaporan kegiatan perikanan serta operasional harian kapal penangkap ikan melalui Logbook Penangkapan Ikan,”katanya.

Dipaparkannya, kegiatan ini sangat bagus, tidak hanya nelayan di Kotabaru saja tapi di seluruh Kalsel yang terdapat potensi perairan dan kelautannya seperti di Tanah Bumbu, Tanah Laut, Kabupaten Banjar dan ujung wilayah Kabupaten Barito Kuala.

Senada Kepala DKP Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono menuturkan, pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan para nelayan dalam mengisi logbook penangkapan ikan.

Mengingat produksi tangkapan ikan di banua ini dapat tercatat dengan baik sekaligus merumuskan kebijakan kedepan.

“Kita tidak akan keluarkan Surat Persetujuan Berlayar kalau tidak ada logbooknya,” tegasnya.

Sementara itu Kepala Pelabuhan Kotabaru, Nurbani menyebutkan saat ini terdapat 28 unit kapal menggunakan elektronik log book penangkapan ikan dengan rata-rata para nelayan sudah bisa menggunakan E-logbook.

Dipaparkannya, tinggal pelaporannya harus terus ditingkatkan karena data ini tidak hanya di Pemprov tetapi hingga ke Kementerian secara online.

“Saat ini Kotabaru yang terbanyak diantara beberapa pelabuhan perikanan di Kalsel karena memiliki banyak kapal penangkap ikan,” tandasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.