Gubernur Kalsel serahkan 1000 bibit jeruk kepada petani di Desa Lok Baintan

  • Whatsapp
Gubernur Kalsel Sahbirin Noor secara simbolis menyerahkan bantuan bibit jeruk kepada petani yang tanaman jeruknya mati terendam banjir. (anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com– Petani jeruk yang menderita kerugian akibat tanamannya mati terendam banjir pada pertengahan Januari lalu kini bisa tersenyum lebar.

Pemprov Kalsel melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura mulai hari ini membagikan secara bertahap bantuan bibit jeruk kepada petani.

Bacaan Lainnya

Bantuan awal secara simbolis diserahkan oleh Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor kepada perwakilan petani di Desa Lok Baintan Kecamatan Sungai Tabuk, Sabtu (18/9/2021).

Kepala Dinas TPH Kalsel, Syamsir Rahman menjelaskan, Paman Birin (sapaan akrab gubernur) menginstruksikan kepada jajaran Dinas TPH untuk menyiapkan bibit jeruk.

“Tahap pertama sudah kita siapkan 100 ribu bibit  jeruk Madang dan Siam. Hari ini kita serahkan 1000 bibit untuk Desa Lok Baintan dan 1000 bibit untuk petani di Desa Sungai Pinang,” ujar Syamsir.

Syamsir menyebut, dampak banjir besar yang merendam Banua mengakibatkan hampir 80 persen tanaman jeruk di dua kabupaten itu mati.

“Matinya tanaman jeruk mengakibatkan Kalsel terancam  krisis jeruk pada tahun depan,” ujarnya.

Diutarakannya, tanaman jeruk selama ini bisa membantu mensejahterakan petani disamping menanam padi. Buah jeruk dari Kabupaten Banjar dan Batola tidak saja diminati masyarakat Kalsel, namun juga disukai masyarakat di provinsi tetangga seperti Kaltim.

“Jeruk kita juga dikirim ke Pulau Jawa. Banyak petani jeruk yang sukses. Bahkan ada yang menyekolahkan anaknya sampai ke Pulau Jawa,” ujar Syamsir.

Ditambahlan Syamsir, dengan bantuan bibit diharapkan semangat petani kembali pulih dan tambah bersemangat untuk berkebun jeruk.

“Bantuan ini tidak lain adalah bentuk perhatian pemerintah kepada petani disaat mereka kesusahan,” tukasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.