Barito Putera Syukuri Hasil Imbang di Derby Papadaan

  • Whatsapp

Cikarang, kalselpos.com – Asa Barito Putera untuk meraih poin penuh harus pupus, setelah hanya bisa bermain imbang 1-1 melawan Borneo FC pada laga bertajuk Derby Papadaan pekan ketiga BRI Liga 1 2021 di Stadion Wibawa Mukti Cikarang, Jumat (17/9/2021) sore.

Bacaan Lainnya

Gol Barito tercipta melalui tendangan terukur Luthfi Kamal pada pemain 62, sementara gol balasan Borneo FC dicetak oleh sang mantan, Francisco Torres melalui titik putih pada menit 82.

Janji rotasi dipenuhi Pelatih Barito Putera, Djajang Nurjaman, untuk mengejar ambisi meraih poin pertama di liga musim ini. Sejumlah pemain yang selama ini datang dari bangku cadangan, diberi kesempatan merumput sejak menit pertama.

Keinginan untuk memupus rentetan hasil minor pada dua laga sebelumnya membuat Barito tampil agresif sejak wasit meniup peluit sepakmula. Namun, justru Borneo yang membuka peluang terlebih dahulu melalui tendangan akrobatik pada menit 13. Beruntung, tendangan Boaz masih melambung.

Pemain Papua itu kembali mengancam pertahanan Barito pada menit 18. Memanfaatkan umpan Terens Puhiri, Boaz melepaskan tendangan first time yang membentur mistar Barito. Bola muntah kemudian disambut Paulo Sitanggang yang tendangannya masih belum tepat sasaran.

Seolah masih penasaran, Boaz kembali mengancam gawang Adit pada menit 30 melalui sundulan kepala. Semenit kemudian, giliran Johny Bustos melepaskan tendangan keras kaki kiri yang masih melambung tipis diatas gawang.

Sebaliknya, Barito Putera hanya mampu melepaskan satu tendangan ke arah gawang melalui aksi Rizky Pora pada masa injury time babak pertama. Skor imbang 0-0 mengakhiri babak pertama.

Keadaan tidak jauh berubah di babak kedua. Terus ditekan Borneo FC membuat Barito hanya bisa sesekali melancarkan serangan. Djanur mencoba merubah komposisi pemain dengan menarik Rafi Syarahil digantikan Luthfi Kamal.

Keputusan itu terbukti tepat. Luthfi berhasil menjadi pemecah kebuntuan lewat golnya pada menit 62. Berawal dari pergerakan Rizky Pora di depan kotak penalti Borneo FC, sang kapten kemudian melepaskan direct pass yang langsung dieksekusi Luthfi melalui tembakan terukur ke gawang Angga Saputra. 1-0 Barito memimpin.

Gol tersebut membuat pertandingan kian menarik. Kepercayaan diri Laskar Antasari perlahan mulai bangkit.

Namun asa untuk meraih tiga poin penuh harus buyar. Hilangnya konsentrasi di 10 menit akhir menjadi penyebab. Petaka tersebut hadir pada menit 81, kala Bayu Pradana dianggap melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap M Sihran di kotak terlarang. Tanpa ampun, wasit pun menunjuk titik putih.

Bukan itu saja, Bayu juga diberi kartu kuning kedua yang membuat Barito harus bermain dengan 10 pemain. Meski mendapat protes keras dari pemain Barito, wasit tak bergeming dengan keputusannya.

Francisco Torres yang maju sebagai eksekutor sukses mengecoh Aditya Harlan dan memaksa kedua tim mengakhiri laga dengan skor imbang 1-1.

Usai laga, pelatih Barito Djajang Nurjaman mengaku bersyukur meski hanya mampu meraih satu poin. Selain itu, dirinya juga mengapresiasi perjuangan anak asuhnya sehingga terhindar dari kekalahan ketiga.

“Kita syukuri saja, ini poin pertama yang dihasilkan Barito. Saya apresiasi perjuangan anak-anak yang sudah menunjukkan kerja keras pada pertandingan ini,” ucap Djanur.

Lebih lanjut, Djanur mengaku akan mengevaluasi hilangnya konsentrasi di menit-menit akhir yang menyebabkan Barito harus kebobolan.

“Ini kembali akan menjadi evaluasi bagi kami. Bukan hanya satu lini. Tapi semua akan kita evaluasi mulai dari penyerang, tengah, dan belakang,” pungkasnya.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.