Pilkades serentak di Kalsel kembali tertunda

Zulkifli, Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel.(anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades)  serentak di Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali tertunda.

Menteri  Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan instruksi agar Pilkades kembali ditunda  karena secara umum kasus positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

Bacaan Lainnya

Untuk di Kalsel, sudah dua kali pelaksanaan Pilkades secara serentak mengalami penundaan. Padahal ada ratusan desa di delapan kabupaten yang masa jabatan kadesnya habis.

Pada Mei 2021 lalu ada dua kabupaten yang melaksanakan Pilkades yaitu Kabupaten Banjar dan Barito Kuala dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sukses dua kabupaten itu melaksanakan Pilkades,  enam kabupaten lainnya juga sudah siap untuk Pilkades. Tahapan demi tahapan sudah mulai berproses. Namun seiring kasus Covid makin meninggi dan kembali turunnya instruksi dari Mendagri, maka lagi-lagi Pilkades mengalami penundaan.

“Secara umum kasus Covid masih tinggi, jadi Mendagri mengeluarkan instruksi itu. Ini tentunya upaya kita untuk mencegah terjadinya penularan pandemi,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Kalsel, Zulkifli kepada kalselpos.com, Kamis (16/9/2021).

Diapun meminta masyarakat untuk dapat bersabar dan berdoa semoga pandemi bisa dikendalikan.

Zulkifli menyampaikan, segala tahapan Pilkades yang sudah dilaksanakan tidak dibatalkan. Namun untuk melaksanakan tahapan selanjutnya ditunda  dulu sambil menunggu instruksi Mendagri selanjutnya.

Dirincikan Zulkifli, 6 kabupaten yang belum melaksanakan Pilkades serentak adalah Hulu Sungai Tengah (HST)  150 desa, Hulu Sungai Utara (HSU) 73 desa, Balangan 19 desa, Tanah Laut 26 desa,  Kotabaru 12 desa  dan Tabalong 64 desa.

Berita lainnya Instal Aplikasi Kalselpos.com

Pos terkait