Kapolri minta masyarakat waspada pinjol ilegal

Ilustrasi.(ist)(kalselpos.com)

kalselpos.com – Masyarakat diminta mewaspadai berbagai modus pinjaman online (pinjol) ilegal, agar nantinya jangan sampai menjadi korban.

Permintaan itu disampaikan langsung
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo usai acara penandatanganan
pernyataan bersama upaya pemberantasan pinjaman ‘online’ ilegal secara virtual di Jakarta, Jumat (20/8/2021).

Bacaan Lainnya

Penandatanganan pernyataan bersama ini melibatkan lima kementerian/lembaga, yakni Polri, OJK, Bank Indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika, serta Kementerian Koperasi dan UMKM.

Tujuan dari penandatanganan pernyataan bersama ini dalam rangka memberantas pinjaman online ilegal, memberikan rasa aman, dan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan perbankan, memperkuat literasi tentang pembiayaan digital resmi, penanganan pengaduan masyarakat, dan penegakan hukum.

“Akhir-akhir ini pinjaman online diminati oleh masyarakat, karena memberikan kemudahan akses dan tidak memakan waktu yang lama,” ujar Sigit.

Namun menurutnya kemudahan itu perlu diwaspadai masyarakat dan memastikan apakah aplikasi pinjaman online tersebut legal (terdaftar di OJK) atau ilegal.

Sebab disisi lain pinjaman online terdapat beberapa potensi risiko kejahatan yang sering terjadi, seperti kejahatan siber, misinformasi, transaksi error, dan penyalahgunaan data pribadi.

“Selama periode 2018 sampai 2021, Polri telah melakukan penegakan hukum sebanyak 14 kasus pinjaman online ilegal,” ungkap Sigit.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait