Puskesmas Alabio Difungsikan jadi Tempat Perawat Pasien Covid-19

  • Whatsapp
Puskesmas Rawat Inap Alabio menjadi salah satu Puskesmas di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang difungsikan sebagai tempat Isolasi bagi Pasien Covid-19. (ist)(kalselpos.com)

Amuntai,kalselpos.com – Puskesmas Rawat Inap Alabio menjadi salah satu Puskesmas di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang difungsikan sebagai tempat Isolasi bagi Pasien Covid-19.

Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU Danu F Fotohena mengatakan, dijadikannya Puskesmas Alabio sebagai Puskesmas untuk isolasi bagi pasien Covid-19 di Kabupaten HSU mengingat Puskesmas Alabio mampu setara sarana dan prasarana dan ketenagaannya.

Bacaan Lainnya

“Hal ini berdasarkan permintaan Bupati agar Puskesmas Alabio merawat pasien Covid-19 yang bergejala ringan dan sedang,” ucapnya.

Puskesmas Alabio memiliki kamar rawat inap sendiri, dengan daya tampung atau tempat tidur untuk pasien sekitar 50 orang bagi pasien yang melaksanakan isolasi.

Dari segi pendanaan, Dinas Kesehatan HSU telah menyiapkan anggaran dana dari belanja tidak terduga Dinkes HSU untuk kesiapan dana dengan anggaran sekitar 2,7 Miliar untuk sampai akhir tahun anggaran 2022.

Meski menjadi tempat Isolasi terpusat bagi Pasien yang bergejala ringan dan sedang, Pemerintah Daerah meminta dukungan guna mendapatkan regulasi untuk memanfaatkan Oksigen dari Satgas Covid-19 Provinsi Kalimantan Selatan.

“Kami berharap, Puskesmas rawat inap yang kami fungsikan untuk isolasi terpusat ini perlunya mendapatkan regulasi dari satgas provinsi,” kata Bupati Abdul Wahid saat rapat koordinasi Forkopimda satgas COVID-19 Kabupaten/kota se Kalimantan Selatan secara virtual, Selasa (17/8).

Tidak dipungkiri Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung Amuntai memiliki Oxygen Center dan alat PCR sendiri, namun selama ini pasokan untuk oksigen untuk Puskesmas Alabio didapatkan dari pihak swasta.

“Sedangkan ketersediaan oksigen untuk RSUD Pambalah Batung Amuntai hanya diprioritaskan untuk melayani pasien yang berada di RSUD tersebut saja,” imbuhnya.

Bupati menjelaskan, guna pengadaan Oksigen yang ada di Puskesmas Alabio atau perawatan terpusat ini, pihaknya melakukan pembelian (Oksigen) dengan pihak swasta, “Jadi untuk kelancaran mungkin kami minta ada regulasi yang memberikan kami dukungan dari Satgas provinsi, karena selama ini Satgas provinsi hanya memberikan dukungan kepada rumah sakit (RSUD) saja,” Imbuh Wahid.

Selain itu, dalam laporan Bupati Wahid juga menyampaikan terkait kondisi Kabupaten HSU data terbaru kasus positif mencapai 598 orang, sembuh 85 dan positif 7.

“Saat ini yang menjalani isolasi sekarang ada 520 orang, di RSUD Pambalah batung ada 12 menjalani perawatan, di lokasi isolasi terpusat terpadu di Puskesmas Alabio ada 9 orang, kemudian ada yang dirawat di RS Suaka Insan 3 orang dan di rumah sakit Barabai 1 orang,” terangnya.

Sementara untuk penerimaan vaksin, Kata Wahid cukup banyak, yakni vaksin COVID-19 Moderna yang mencapai 6496 termasuk vaksin Moderna untuk nakes dan untuk umum.

“Vaksinasi modern untuk umum kami harus melakukan edukasi dulu dengan masyarakat karena ini memiliki kip yang cukup banyak variatif,” katanya.

Ia menambahkan, Proses vaksinasi tetap berjalan menyesuaikan kondisi Nakes yang mana untuk saat ini capaian vaksinasi mencapai 46,8 persen atau cakupan 616 orang Nakes.

Bupati Wahid berharap, berkat didukung dari semua jajaran baik kepolisian TNI dari Kecamatan, Koramil Polsek, Babinsa, bhabinkamtibmas di tingkat desa dapat menekan COVID-19.

“Daru kunjungan Pj Gubernur sebelumnya, Pemerintah daerah mendapatkan semangat untuk melakukan yang terbaik bagi masyarakat dan kami berterima kasih kepada semua jajaran provinsi Kapolda yang sudah juga memberikan arahan baik ke Kapolres maupun kepada Dandim sampai lanjut ke danramil Kapolsek Babinsa dan bhabinkamtibmas” Pungkasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.