Kepala Desa Bahandang kecewa bantuan pascabanjir tak kunjung turun

Kepala Desa Bahandang Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala, Supiani.(ist)(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Kepala Desa Bahandang Kecamatan Jejangkit Kabupaten Barito Kuala (Batola) Supiani mengaku kecewa karena bantuan pascabanjir yang dijanjikan Pemerintah Pusat melalui BPBD setempat senilai Rp 10 juta (kategori kerusakan ringan) setiap tempat tinggal tak kunjung turun.

“Tidak masuk akal, 78 buah rumah diusulkan justru tak satupun diterima dianggap data warganya tidak terupdate, semua data diajukan hasilnya nihil, apakah warga kami bukan WNI,” ujar Supiani kepada Kalselpos Sabtu (14/08)

Bacaan Lainnya

Dari keterangan Disdukcapil Kabupaten Batola data administrasi kependudukan telah sesuai termasuk dinas sosial, namun jika mengacu pola bantuan di desa selama ini semua diterima warga seperti PKH, bantuan usaha UMKM, pertanian dan lain-lain.

Tidak ada masalah hanya saja untuk bantuan uang bagi korban pascabanjir ini sangat ruwet, padahal kelengkapan berkas telah disampaikan sesuai perintah pihak Kecamatan Kejangkit

“Saya hanya ingin kejelasan saja, meski ditahap ke dua nanti warga kami yang jadi korban banjir ini dimasukan usulan kembali,” harapnya

Sementara itu Kepala BPBD Kabupaten Batola, Sumarno mengungkapkan, memang untuk bantuan rehabilitasi rumah berupa uang tunai bagi korban pasca banjir ini telah disampaikan kepada pemerintah melalui BPBD pusat.

Hanya saja memang pola kucuran dana melalui prosedur dan mekanisme karena verifikasi mereka yang melaksanakan.

Selebihnya pihak BPBD Batola sebatas mengusulkan berdasarkan data di setiap desa melalui kecamatan. Kemudian jika total keseluruhan se Kabupaten ada seribu lebih rumah di usulkan.

“Memang Desa Bahandang paling banyak warganya tidak masuk, tapi ada juga beberapa desa usulan warganya di tolak meski sedikit,” ungkapnya

Lanjut Sumarno, bantuan BPBD pusat ini terintegrasi langsung sejauh ini persoalan hanya di data administrasi kependukan dan pembuatan rekening atas nama masing-masing penerima bantuan tahap 1 karena anggaran melalui APBN telah tersedia tinggal dicairkan saja.

“Kami berharap bantuan tahap dua ini bisa cair juga dan usulan datanya masih ditunggu BPBD untuk ditindaklanjuti,” tukasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait