Vaksinasi massal jangan sampai jadi Klaster baru

  • Whatsapp
Wakil Ketua DPRD Prov Kalsel, Muhammad Syaripuddin.(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Wakil Ketua DPRD Prov Kalsel Muhammad Syaripuddin menyarankan kepada
Pemerintah untuk menambah target cakupan vaksinasi nasional dari 181,5 juta orang menjadi 208,2 juta orang seiring dengan kelompok penerima vaksin yang diperluas kepada anak-anak dan remaja berusia 12-17 tahun.

Bukan itu saja pelaksanaan vaksin bagi masyarakat umum kerap menuai kritikan karena dalam praktiknya justru menimbulkan antrean hingga kerumunan yang sulit dibendung.

Bacaan Lainnya

“Pemberian vaksinasi ini tak luput pula dari sejumlah permasalahan dilapangan yang harus di evaluasi agar tidak terulang,” kata Syaripuddin kepada Kalselpos.com Kamis (05/08).

Ia menambahkan, Pemerintah saat ini terus menggenjot cakupan program vaksinasi Covid-19 ditargetkan mencapai 1 juta dosis per hari pada bulan Juli 2021 lalu, selain itu tambah pria yang karib disapa Bang Dhin ini implementasi pelaksanaan pemberian vaksin harus tetap mengedepankan protokol kesehatan serta memperbanyak spot-spot vaksin di tingkat Kelurahan hingga Desa tujuannya jelas menghindari kerumunan.

“Agar memecah kerumunan dan pemerintah Provinsi Kalsel memperhatikan stok sediaan vaksin,” harapnya.

Lanjut pria yang karib disapa Bang Dhin, vaksin ini merupakan temuan besar dunia sains dan sejarah membuktikan manfaatnya terbukti menyelamatkan dunia dari pandemi namun dalam pelaksanaanya ia mengingatkan jangan sampai menjadi sumber claster baru sehingga menuai kritikan ditengah antusiasnya masyarakat sadar bervaksin sehingga menimbulkan kerumunan.

“Jangan takut ikut vaksinasi dan ikuti standar prokes termasuk hindari penumpukan masa untuk itu pengaturan tempat, personil sampai jumlah orang yang di vaksin,” tukasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.