Dewan “sayangkan” Kerumunan saat Vaksinasi Massal

  • Whatsapp
Matnor Ali(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali, menyayangkan kegiatan vaksinasi massal yang menyebabkan kerumanan orang dalam satu lokasi.

Pelaksanaan vaksinasi demikian dinilai tidak dipersiapkan dengan baik, apalagi saat ini Banjarmasin tengah memberlakukan PPKM level 4.

Bacaan Lainnya

Seperti pada kegiatan vaksinasi massal dosis kedua yang digelar Pemko Banjarmasin di GOR Hasanuddin di Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin, Kamis (5/8/21), tampak kembali menimbulkan kerumunan warga.

Padahal, sebelumnya di hari pertama vaksinasi, hal serupa juga terjadi.

“Ini menjadi catatan tersendiri, dalam PPKM tertuang aturan yang tidak memperbolehkan adanya kerumunan warga,” ujar Matnor Ali, kepada wartawan.

Menurutnya, pelaksanaan vaksinasi massal harusnya dipersiapkan secara matang dengan memberlakukan Prokes ketat.

“Petugas vaksinasi pun harus berkoordinasi dengan petugas PPKM, khususnya Pol PP sebagai garda terdepan yang di bantu oleh TNI dan Polri. Artinya ini Kelengahan,” ucapnya.

Sementara, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Zainal Hakim menegaskan, para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan vaksinasi dosis kedua ini harus memiliki persiapan matang, sehingga diharapkan proses vaksinasi tidak menimbulkan kerumunan.

“Banyak pelayanan kesehatan yang dapat dilibatkan dalam proses vaksinasi ini, diantaranya Puskesmas, instansi dan beberapa tempat lain, seperti Palang Merah Indonesia yang memiliki kesiapan vaksinasi,” sebut Hakim.

Dengan melibatkan Puskesmas dan tempat tempat lain, maka kerumunan dapat dihindari.

Bagi warga pesannya, yang ingin melakukan vaksinasi dosis pertama dan kedua untuk bersabar. Tetap mematuhi aturan yang berlaku, menerapkan 3M, menggunakan masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

“Ini menjadi masukan dan evaluasi bagi pelaksana vaksinasi. Jangan sampai terulang lagi. Warga juga perlu kesadaran terapkan prokes,” tutupnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.