Komisi III DPRD Banjarmasin minta PDAM Bandarmasih segera atasi Limbah

  • Whatsapp
Endapan lumpur yang terjadi di kawasan anak Sungai Kuripan di Kebun Bunga Banjarmasin Timur, diakui berasal dari limbah PDAM Bandarmasih.(ist)(kalselpos.com)

BANJARMASIN,kalselpos.com – Kondisi anak sungai di Jalan Kebun Bunga, Banjarmasin Timur, tampak ditutupi limbah lumpur PDAM Bandarmasih yang sudah terjadi sejak puluhan tahun silam.

Sungai dengan lebar kurang lebih 3 meter itu, hingga saat ini masih dipenuhi lumpur tebal berwarna coklat kekuning – kuningan.

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi III DPRD Banjarmasin M Isnaini usai kunjungan lapangan ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) A Yani Banjarmasin meminta, agar PDAM Bandarmasih segera menangani endapan lumpur yang mencemari anak sungai Kuripan itu.

“Persoalan ini sudah berlarut. Kami minta PDAM segera bersihkan sungai yang tercemar,” ujar Isnaini, Rabu (28/7)

Menurutnya, dalam waktu dekat Komisi III kembali melakukan pengecekan ke lapangan, apakah endapan lumpur masih memenuhi anak Sungai Kuripan, meskipun bukan termasuk kategori limbah beracun.

“Akan kami cek lagi dalam waktu dekat apakah sudah dibersihkan atau tidak. Jangka panjangnya nanti memang perlu alat atau sarana agar limbah lumpur tidak rembes ke sungai,” imbuhnya.

Persoalan ini tegasnya, jangan dianggap sebelah mata oleh PDAM Bandarmasih. Sebab sebagai ikon atau ciri khas Banjarmasin, sungai perlu mendapat perhatian serius.

“Ini kan sudah lama, harus bisa diatasi oleh PDAM. Jangan sampai sungai tercemar karena dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat,” cecarnya.

Sementara, pihak PDAM Bandarmasih mengakui, endapan lumpur yang masuk hingga membuat dangkal sungai terjadi karena sedimentasi hasil pengolahan air bersih yang berlokasi tidak jauh dari pemukiman warga.

“Memang limbah itu sudah puluhan tahun. Tapi kami bukan tanpa upaya. Meskipun belum 100 persen,” ucap Direktur Operasional PDAM Bandarmasih Supian.

Meskipun mengakui adanya lumpur yang masuk ke sungai, Supian juga tidak setuju, pencemaran yang terjadi 100 persen akibat limbah pengolahan air bersih milik PDAM Bandarmasih.

“Memang ketika hujan ada limbah air yang masuk atau rembes ke sungai. Tak hanya itu, limbah domestik juga ada. Kami juga mengupayakan penyediaan alat The Counter atau alat pengolahan lumpur, agar tidak ada lagi limbah lumpur yang masuk ke sungai,” terangnya.

Untuk jangka pendek, PDAM lanjutnya menggandeng warga melakukan upaya pembersihan sungai. Hal itu untuk mengurangi dampak sedimentasi agar lumpur tidak semakin tebal.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.