Mantan Kades Tegalrejo ngaku Salah lakukan Pungli

[]istimewa AKUI KESALAHAN - Usai dituntut 2 tahun penjara, Afid Kuddin (37), mantan Kades Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, dalam sidang beragedakan pembelaan, Senin (26/7) petang, mengakui semua kesalahannya di depan majelis hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin.(kalselpos.com)

Banjarmasin,kalselpos.com – Usai dituntut 2 tahun penjara, Afid Kuddin (37), mantan Kepala Desa (Kades) Tegalrejo, Kecamatan Kelumpang Hilir, Kabupaten Kotabaru, dalam sidang beragedakan pembelaan, Senin (26/7) petang, mengakui semua kesalahannya di depan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Banjarmasin.
Dalam sidang yang dilakukan secara virtual tersebut, terdakwa kepada majelis hakim yang diketuai Sutisna Sawati SH dengan anggota Fauzi SH dan A Gawi SH MH, juga meminta agar hukuman yang akan dijatuhkan terhadap dirinya, bisa diberikan seringan – ringannya.
“Saya menyesal pak hakim yang terhormat, dan tidak akan mengulangi perbuatan melawan hukum. Karenanya, saya meminta keringanan hukuman, mengingat Saya merupakan tulang punggung keluarga, ” ucap Afid Kuddin.
Menurutnya, apa yang selama ini dia lakukan semata – mata hanya untuk masyarakat, di mana uang yang dipungut dari para pedagang, juga untuk pembangunan desa, selain untuk membantu sebagian warga yang memerlukan.
Sebelumnya, oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syaiful Bahri SH, terdakwa Afid Kuddin dinyatakan terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UURI Nomor 20 Tahun 2021 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP..
Atas tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Rahadiannor SH menyatakan melakukan pembelaan.
Diketahui terdakwa Afid Kuddin diduga telah melakukan pungli yang mengakibatkan kerugian negara berdasarkan perhitungan BPKP Kalsel sebesar Rp114.372.000 per laporan hasil audit investigasi tanggal 29 Maret 2021 atau selama menjabat Kades dari bulan Agustus 2017 sampai Pebruari 2021, yakni sebesar Rp409.833.000.
Diutarakan, terdakwa sendiri melakukan pungli di Pasar Sukorame di Desa Tegalrejo yang tanahnya milik atau aset Pemkab Kotabaru sejak yang bersangkutan mulai menjabat, yakni sejak Agustus 2017 sampai Pebruari 2021. Padahal tidak ada dasar hukum baik dari Pemkab Kotabaru maupun Peraturan Desa Tegalrejo atas pungli tersebut.
Dalam melakukan aksinya, Afid Kuddin dibantu oleh saksi Hari Purwanto, Wiji Lestari dan Sutikno. Di mana para saksi diberi upah berbeda besarannya, seperti Hari Purwanto yang melakukan pungutan di depan gedung serbaguna Pasar Sukorame mendapat Rp300.000 perbulannya.
Kemudian Wiji Lestari yang memungut di sekitar Lapangan 11 Maret diberi upah Rp200.000 per bulan serta dan Sutikno yang melakukan pungutan di sekitar Pasar Sukorame mendapat upah Rp100.000 per minggunya, hingga total pungutan per bulan terkumpul sekitar Rp8 juta hingga Rp9 juta.
Uang tersebut digunakan untuk tambahan penghasilan kepala desa, sekretaris desa, kaur dan kasi di pemerintahan Desa Tegalrejo, sekaligus untuk bayar semua operasional kantor desa.
(Aplikasi Kalselpos.com)

 

Pos terkait