Inggris VS Denmark “Inggris Merintis Menjadi Raja Sepakbola Eropa”

Indria Purnama Hadi(kalselpos.com)

Inggris dan Denmark akan menampilkan terbaiknya dan dipastikan akan menyajikan pertandingan seru. Bukan karena sekedar kualitas pemainnya, tapi karena kedua tim memiliki alasan non teknis yang dipastikan akan memompa semangat para pemain Denmark dan Inggris.
Penampilan Denmark di babak penyisihan grup Euro 2020 tak terlalu cemerlang. Bahkan di laga pertama grup…, mereka dikalahkan Finlandia 1-0. Lag aini ditandai dengan kolapsnya pemain Denmark Christian Erikssen di tengah lapangan saat bertanding. Namun sepertinya tumbangnya Erikssen di tengah laga, justru menjadi pemantik semangat bagi pasukan Denmark. Mereka bertekad memberikan hadiah bagi Erikssen yang tak dapat tampil di Euro 2020 karena menjalani perawatan. Denmark akhirnya maju ke babak 8 besar, meski dengan hanya memenangkan satu laga. Denmark tumbang di dua laga awal penyisihan grup, namun berhasil bangkit dan maju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Rusia. Keberhasilan itu menyulut semangat Denmark yang kemudian mengalahkan Wales di babak berikutnya. Dan kemudian memupus harapan Ceko 2-1 di babak delapan besar. Denmark maju ke semi final dan siap meledakkan musuhnya, untuk memberikan persembahan terbaik bagi Erikssen.
Namun motivasi kuat tim Dinamit Denmark, tak akan gampang terwujud. Lawan mereka di semifinal adalah timnas Inggris. Negeri yang masyarakatnya, mentasbiskan diri sebagai negeri tempat lahirnya sepakbola. Bagaikan bumi dan langit dibandingkan Denmark, penampilan Inggris di penyisihan grup sangat cemerlang. Mereka tampil sebagai juara grup, dengan 7 poin. Catatan buruknya, di babak grup Inggris hanya mampu mencetak 2 gol dari 3 pertandingan. Tetapi catatan itu langsung dibayar lunas para pemain negeri Tiga Singa. Di babak 16 besar dan perempat final, mereka mampu melesakkan 6 gola ke gawang lawan. Dua ke gawang Jerman, dan 4 lainnya ke gawang Ukraina. Dan hebatnya, lagi, timnas Inggris belum kebobolan satu gol-pun.
Dari sisi kedalaman skuad, Inggris juga jauh diunggulkan dibandingkan Denmar. Dari lini depan hingga belakang semuanya kualitas prima. Harry Kane dan Raheem Sterling akan menjadi ujung tombak. Ketangguhan kiper Denmark, Kasper Smeichel akan diuji dinihari nanti. Putra penjaga gawang kawakan Manchester United Peter Schmeichel, bisa jadi menjadi satu-satunya nama pemain Denmar yang akrab di telinga komunitas sepakbola.
Pertarungan di lapangan tengah tampaknya juga akan menjadi milik Inggris. Kiprah Jadon Sancho, Philips, Rice dan Mason Mount yang kadang juga merangsek ke depan, sulit diimbangi oleh Thomas Delaney dkk. Kehebatan kiper Inggris-pun sudah teruji. Gawang Pickford hingga babak semifinal ini masih perawan! Apalagi di depan Pickford ada bak Tangguh MU, Harry Maguire dan Luke Shaw. Ini juga merupakan semifinal kedua berturut-turut bagi tim Inggris di turnamen utama. Sebelumnya Inggris tampil 4 besar Piala Dunia 2018.
Kiper hebat, lini pertahanan kuat, lapangan tengah mumpuni serta barisan penyerang tajam, tampaknya akan membuat Inggris menjalani laga semifinal dengan mudah untuk meraih kemenangan. Terlebih dari statistic Inggris hanya kalah 4 kali dari 21 pertandingan resmi melawan Denmark. Namun catatan penting yang harus diwaspadai anak asuhan Gareth Southgate ini adalah bahwa dua pertandingan terakhir melawan Denmark pada tahun 2020, Inggris tak pernah menang. Bahkan di laga terakhir Oktober 2020, Inggris kalah 1-0 lewat gol pinalti Christian Erikssen. Artinya Inggris tak boleh jumawa, meski sangat jauh diunggulkan. Mereka harus memperhitungkan “semangat” Erikssen yang tertanam di hati setiap pemain Denmark. Bisa jadi hal non teknis ini akan membuat pemain Denmark bermain kesetanan. Tetapi harus diakui, dalam factor non teknis, pompaan semangat para pemain Inggris tampaknya lebih kuat. Mereka tentu saja tak ingin tampil biasa-biasa saja di hadapan pendukungnya di stadion Wembley. Para pemain Inggris bernafsu ke partai puncak dan bertekad mempersembahkan gelar pertama juara Eropa di depan pendukungnya. Sepertinya Inggris akan tampil lebih dominan dan akan menang dengan selisih gol lebih dari satu.
Timnas Inggris sangat menggebu-gebu untuk pertama kalinya menjadi raja sepakbola Eropa dengan memulangkan, anak kandungnya, sepakbola. “Football coming home”. Dan bagi penikmat sepakbola, rasanya, Inggris vs Italia akan menjadi final impian. Tambahan suntikan kekebalan di masa pandemic corona. (Indria Purnama Hadi, Jurnalis, dan Penikmat Sepakbola)

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait