5 Tahun tak dapat Penyertaan Modal Jadi pemicu Kenaikan biaya Meter

Nur Wahid(kalselpos.com)

Banjarmasin, kalselpos.com – ‘Heboh’ protes terkait kenaikan tarif di tengah pandemi Covid-19, akhirnya diklarifikasi pihak PDAM Bandarmasih.
Namun, Supervisor Humas PDAM Bandarmasih, M Nur Wahid, Senin (05/07) siang, mengakui jika kenaikan biaya meter ke pelanggan tersebut, salah satunya disebabkan karena perusahaan ‘berplat merah’ tersebut,  dalam 5 tahun terakhir, tidak mendapat penyertaan modal lagi dari Pemko Banjarmasin.
Kenapa penyertaan modal tidak ada lagi, itu lantaran Perda yang mengatur PDAM Bandarmasih, belum disahkan DPRD setempat. “Mudahan, dalam waktu dekat, Perda terkait PDAM Bandarmasih bisa disahkan Dewan,” tuturnya.

Di bagian lain M Nur Wahid menjelaskan, tidak benar ada kenaikan tarif pengunaan air PDAM Bandarmasih.  “Yang naik itu hanya biaya meter, dan itu sama sekali tidak mempengaruhi pembayaran di rekening pelanggan,” tegasnya.
Apalagi kenaikan itu hanya diberlakukan kepada pelanggan klasifikasi golongan Rumah Tangga A2-1 ke atas. Sedang, pelanggan golongan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), sama sekali tidak dibebani kenaikan biaya meter. Jadi bukan kenaikan sewa meter. Kalimat sewa meter, itu miskomunikasi,” tegasnya.
Kenaikan sebesar Rp6.000 per pelanggan kelas A-21 ke atas tersebut, sudah mendapat persetujuan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Bandarmasih, termasuk Wali Kota Banjarmasin.
Sedang ke pihak DPRD setempat, Wahid menyatakan, jika pihaknya tidak perlu mendapatkan persetujuan Dewan,  kecuali hanya pemberitahuan. (fiz)

Bacaan Lainnya

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait