Dibantai Vietnam, Pelatih Indonesia Tuding Wasit Sebagai Biang Kekalahan

  • Whatsapp
Ket. Bek kanan timnas Indonesia, Asnawi Mangkualam terlibat duel dengan salah seorang pemain Vietnam. Pada laga tersebut, Asnawi dkk harus tertunduk lesu usai dikalahkan sang lawan dengan skor 0-4. (PSSI)(kalselpos.com)

Dubai, kalselpos.com – Timnas Indonesia harus menerima kenyataan pahit usai dibenamkan Vietnam dengan skor 0-4 pada lanjutan laga babak kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G, di Stadion Al Maktoum, Dubai, Uni Emirat Arab, Selasa (8/6/2021), dini hari.

Bacaan Lainnya

Meski kalah telak, banyak pihak angkat jempol atas perjuangan para pemain di lapangan. Salah satunya dari sang pelatih sendiri, Shin Tae-yong yang tetap apresiasi para pemain karena sudah bekerja keras sepanjang laga.

“Para pemain sudah bekerja keras, saya ucapkan selamat kepada pelatih Vietnam. Sampai babak pertama skor imbang, tetapi suasana tiba-tiba berganti oleh pihak wasit. Saya adalah pelatih yang pernah mengalami Piala Dunia 2018, jadi kenapa bisa skornya jauh yang seharusnya tidak, dan AFC juga mungkin harus cek ulang untuk ini, agar kedepannya tidak terulang lagi hal seperti ini,” tutur Shin Tae-young, dilansir dari laman resmi PSSI.

Laga berlangsung sangat ketat di babak pertama. Vietnam bahkan dibuat frustasi, lantaran serangan demi serangan mereka seolah menemui jalan buntu.

Namun di babak kedua, petaka mulai menghampiri skuad Garuda. Salah satu keputusan hakim lapangan membuat Vietnam bisa mencetak gol pembuka. Nguyen Tien Linh mencetaknya di menit ke-51. Sebelas menit kemudian, tepatnya di menit ke-62, Nguyen Quang Hai mencetak gol kedua Vietnam.

Lima menit berselang, kembali bola bersarang di gawang Nadeo Arga Winata, kali ini gol di menit ke-67 itu dicetak oleh Nguyen Cong Phuong. Vu Van Thanh menutup pesta gol Vietnam di menit ke-74, sekaligus mengunci hasil bagi kemenangan Vietnam 4-0 atas Indonesia.

Menurut Shin Tae-yong, apa yang terjadi di pertandingan itu mengubah cara permainan timnya di laga tersebut. Keputusan kontroversial wasit dinilai mempengaruhi mentalitas anak asuhnya.

“Kemasukan gol pertama itu memang dari wasit, dan hakim garis memang salah mengambil keputusan. Karena, itu pasti kena tangan pemain Vietnam, jadi karena itu jalannya pertandingan otomatis jadi susah bagi kami,” jelasnya.

Pelatih asal Korea Selatan itu juga mengklaim Timnas Indonesia berhak mendapat hadiah penalti. Namun wasit urung memberikan sehingga anak asuhnya kesulitan mengembangkan permainan.

“Setelah kemasukan tiga gol pun sebenarnya juga seharusnya kita mendapatkan penalti. Tapi karena tidak dapat, alur laga makin ke lawan. Kita tidak bisa mengembangkan permainan, akhirnya mengalami kekalahan. Saya bicara terus soal wasit, karena bisa dilihat dari gol pertama yang seperti itu, dan akhirnya mempengaruhi jalannya pertandingan yang lebih berat ke Vietnam,” tegasnya.

Namun di luar itu semua, pelatih asal Korea Selatan itu, tetap memandang bahwa masih adanya harapan bagi sepak bola di Indonesia.

“Bermain agresif sebenarnya bukan taktik saya. Tapi ada beberapa pemain yang pernah bermain di Sea Games 2019, jadi kemauan mereka itu memang tinggi sekali, akhirnya sampai bertarung seperti itu. Saya mengucapkan terima kasih kepada para pemain karena secara mental para pemain sudah bekerja keras, ini menunjukkan sebuah harapan tentang sepak bola indonesia,” tutupnya.

Selanjutnya Indonesia akan menghadapi tuan rumah Uni Emirat Arab (UEA) di Stadion Zabeel, Dubai, pada Sabtu (12/6/2021) dini hari WITA.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.