Kapten Persik Kediri Apresiasi Keberanian Barito Mempercayakan Pemain Muda

Andri Ibo ketika masih berkostum Barito Putera. (Jaelani Hasan) (Kalselpos)

Kediri, kalselpos.com – Tim-tim Liga 1 mulai menyusun kerangka tim sebagai bentuk persiapan jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 yang rencananya akan dimulai 10 Juli mendatang. Sejumlah klub mulai bergerilya mendatangkan pemain-pemain incaran untuk menambah daya gedor tim, seraya menyusun kekuatan agar tidak kalah bersaing di Liga 1 nanti.

Bacaan Lainnya

Sebut saja Borneo FC yang jor-joran di bursa transfer dengan mendatangkan muka-muka berkualitas seperti Hendro Siswanto, Paulo Sitanggang, Rif’af Marasabessy, hingga yang terbaru Markho Sandy Meraudje.

Begitu pula Persib Bandung yang menambah daya gedor tim dengan mendatangkan pemain level atas seperti Achmad Jufriyanto, Ferdinand Sinaga, Bayu Fiqri, dan Ezra Walian.

Langkah kedua klub diatas diikuti oleh Bhayangkara FC yang mengontrak dua pemain andalan Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono dan Hansamu Yama Pranata. Hadirnya pemain itu disinyalir menjadi cermin kesiapan tim dalam menyongsong Liga tahun ini.

Lalu bagaimana dengan klub kebanggaan Urang Banua, Barito Putera?. Meski tidak se-royal tahun-tahun sebelumnya, Laskar Antasari tetap dinilai menjanjikan.

Menilik keikutsertaan Barito pada ajang Piala Menpora lalu, Skuad besutan Djajang Nurjaman itu nampaknya akan menggunakan komposisi pemain serupa, seperti yang diturunkan pada ajang Piala Menpora lalu. Dimana 90 persen materi tim didominasi oleh pemain muda.

Barisan senior hanya diisi Aditya Harlan (33), Rizki Pora (31), Cassio De Jesus (31), Bayu Pradana (29), dan Nazar Nurzaidin (26). Selebihnya, pemain muda yang usianya masih dibawah 25 tahun diharapkan menjadi tulang punggung tim.

Pelatih Barito Putera Djajang Nurjaman jelas mendapat sorotan terkait keputusannya menggunakan mayoritas pemain muda pada skuad proyeksi Liga 1 2021. Djanur, sapaan akrabnya dianggap melakukan langkah tepat dengan meregenerasi tim.

Apresiasi terhadap keberanian Djanur disuarakan oleh kapten Persik Kediri, Andri Ibo. Centre bek yang pernah berkostum Barito Putera itu menilai, keputusan itu adalah hal positif, mengingat pentingnya berproses dan melaksanakan pembinaan jangka panjang.

“Bagus banyak pemain muda. Itu artinya ada harapan bisa berprestasi di masa depan,” kata Andri Ibo, ketika dihubungi kalselpos.com via pesan singkat, Jumat (4/6).

Kendati mengapresiasi, pemain kelahiran Papua ini mewanti-wanti agar tidak memberikan ekspektasi berlebih. Pasalnya, kehadiran pemain muda dinilai bisa memberikan efek domino, mengingat di usia mereka yang masih belia sangat rentan terserang penyakit inkonsistensi.

“Memang ada hal Positif dengan memberikan jam terbang kepada pemain muda. Tapi tekanan bermain di level senior tentu lebih besar, dan tidak mudah bagi mereka. Diumur mereka yang masih muda biasanya cepat puas kalau hasilnya bagus. Tapi kalau hasil pertandingan tidak bagus, gampang drop. Kalau sudah down, butuh waktu lama untuk kembali bangkit,” tambahnya.

Andri Ibo juga menekankan pentingnya keseimbangan dalam tim, dimana para pemain senior bisa menjadi figur yang memimpin barisan pemain muda.

“Ini adalah kompetisi panjang, jadi harus diimbangi sama yang senior. Kita doakan yang terbaik, semoga hasilnya baik semua,” pungkasnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

 

Pos terkait