Gemor yang ditanam Safrizal Kering Kerontang

  • Whatsapp
Inilah kondisi pohon Gemor yang ditanam Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA pada kegiatan kick off penanaman 1 juta pohon di embung Lok Udat Guntung Damar Banjarbaru. Pohon tampak mengering dan mati.(anas aliando)(kalselpos.com)

Banjarbaru, kalselpos.com – Mati dan kering kerontang, itulah kondisi pohon Gemor yang ditanam Pj Gubernur Kalsel, Safrizal ZA pada kegiatn kick off penanaman 1 juta pohon di embung Lok Udat, Guntung Damar, Kota Banjarbaru pada 9 April 2021 lalu.

Pantauan kalselpos.com, Kamis (3/6/2021) siang, tanaman di lokasi tersebut nyaris mati semuanya dan tampak tidak terawat.

Bacaan Lainnya

Selain pohon yang ditanam Pj Gubernur Kalsel Safrizal ZA, pohon Gemor yang ditanam Wali Kota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin  juga mengalami nasib yang sama.

Tidak ada satu helai daun pun yang menempel di pohon. Batang dan rantingnya juga memutih kehitaman-hitaman kering kerontang.

Padahal Safrizal saat melakukan penanaman  mewanti-wanti agar pohon yang ditanam dipelihara dengan baik sebagai bagian dari kampanye revolusi hijau yang digaungkan Pemprov Kalsel sejak 2017 lalu.

“Jadikan menanam pohon sebuah kebiasaan bagi masyarakat. Tanamlah pohon paling tidak sekali seumur hidup,” ujar Safrizal kala itu.

Dari ratusan pohon yang ditanam di Lok Udat, hanya ada beberapa pohon yang masih hidup meski dengan beberapa helai daun. Pohon yang masih hidup diantaranya yang di tanam Ketua DPRD Kalsel, Kapolda Kalsel, Kejati Kalsel dan Kepala BNPB.

Kalsel Pos mencoba melakukan konfirmasi kepada Plt Kadishut Provinsi Kalsel, Fatimatuzzahra, di kantornya, Kamis siang.

Namun dari luar terlihat, di meja penjaga tamu tampak kosong. Sehingga Kalsel Pos pun meninggalkan Kantor yang “berbalut” kaca hitam tersebut.

Melalui sambungan telepon, Kalsel Pos menghubungi Syarif, salah satu staf yang selama ini menjadi narahubung antara Kadishut dengan wartawan.

“Tadi saya lihat ada, namun ini sudah tidak terlihat lagi, kemana kah saya juga tidak tahu,” ujar Syarif diujung telepon.

Syarif menyampaikan, memang para wartawan sering minta waktu untuk wawancara dengan Plt Kadishut. Namun rupanya Fatimatuzzahra belum berkenan menerima para pemburu berita itu.

“Kata ibu belum pas lagi waktunya, nanti saja,” beber Syarif tanpa menjelaskan belum pas apa yang dimaksudkan pimpinannya itu.

Ditanya soal bagaimana kondisi tanaman di Lok Udat, Syarif dengan yakin menyebut dalam kondisi terawat dengan baik.

“Semuanya terawat dan dipelihara dengan baik pak. Petugas kami selalu melakukan pemeliharaan. Kalau juga ada yang mati pasti akan kami ganti dengan pohon yang baru,” ujarnya.

(Aplikasi Kalselpos.com)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.