Tanah Warga Diduga Diserobot, DPRD Sidak Jalan Tambang di Desa Batu Laki

  • Whatsapp
SIDAK- Anggota DPRD Kabupaten HSS sidak ke jalan ke Desa Batu Laki.(Sofan)

Kandangan, kalselpos.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) didampingi Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas PUPR, Dispera KPLH dan Dinas Satpol PP dan Dankar setempat, sidak ke Desa Batu Laki, Kecamatan Padang Batung, Selasa (18/5/2021). Dewan sidak bersama jajaran dinas terkait ke Desa Batu Laki untuk memastikan tanah warga yang diduga diserobot oleh pihak perusahaan tambang batubara.

Ketua RT 3, Desa Batu Laki, Ahmad Sairazi, mengatakan jalan sepanjang enam kilometer yang menjadi jalan tambang batubara ini awalnya jalan setapak milik warga menggarap kebun karet.

Bacaan Lainnya

Namun, sekarang jalan setapak tersebut diserobot oleh pihak perusahaan tambang dan menjadi jalan haulling yang dilewati truk-truk besar. “Sudah enam bulan ini warga tahun untuk pergi ke kebun karet, karena banyak truk-truk besar lewat, ” ujarnya.

Menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak perusahaan untuk menyelesaikan permasalahan keluhan warga tersebut, namun hingga sampai saat ini belum ada tanggapan yang serius oleh pihak perusahaan. “Kami berharap kepada pihak pemda dan dinas terkait bisa menyelesaikan permasalahan ini, ” ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten HSS, Akhmad Fahmi, mengatakan pihaknya bersama perwakilan Komisi dan dinas terkait sidak untuk menindaklanjuti keluhan warga yang menyampaikan tanah mereka diduga di serobot pihak tambang batubara. “Dari hasil sidak yang disampaikan oleh masyarakat, jalan yang lebar sekitar 6 meter tersebut separohnya masuk tanah warga, yang panjangnya sekitar 6 kilometer, “ujarnya.

Namun, pihaknya belum bisa matikan apakah jalan yang dibuat oleh pihak perusahaan tambang masuk tanah warga, karena belum diteliti oleh dinas terkait. ” Untuk menyelesaikan permasalahan ini, kita akan panggil semua pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten HSS, Tedy Soetedjo, mengatakan setelah melihat ke lokasi pihaknya akan mengambil titik koordinasi tata ruang, sehingga nanti akan bisa diketahui permasalah tanah yang dikeluhkan warga. “Kita juga akan mencari sejarah jalan ini, karena informasi awal jalan hutan tanaman industri. Sebelum mengambil keputusan kita akan perdalam dan mengali informasi tentang jalan ini,” ujarnya.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.