Jamur Raksasa ditemukan di Taman Biodiversitas Lahan Basah Desa Wisata Anjir Muara

  • Whatsapp
Terdapat 3 jamur raksasa dengan jenis dan ukuran yang sama di lokasi Taman Biodiversitas, Desa Anjir Serapat Muara.

BANJARMASIN, kalselpos.com – Tim Peneliti dari Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia ( Biodiversitas Indonesia ) – Universitas Lambung Mangkurat ( ULM ) – Banjarmasin, Senin ( 10/5/2021) menemukan tumbuhan jamur berukuran jumbo, yang tumbuh di Taman Biodiversitas – Ekosistem Lahan Basah di Desa Anjir Serapat Muara, Kabupaten Barito Kuala.

Bacaan Lainnya

Jamur dengan diameter tudung lebih dari 30 sentimeter dan tinggi batang sekitar 20 sentimeter tersebut pada awalnya ditemukan oleh Yanto ketua Pokdarwis yang mengelola Taman Biodiversitas sebagai salah satu destinasi desa wisata dikawasan Mangrove Rambai Center di Anjir Serapat Muara, yang mendampingi Amalia Rezeki yang kebetulan melakukan penelitian ragam jamur mikroskopis dikawasan tersebut.

Tak hanya satu, tapi terdapat 3 jamur raksasa dengan jenis dan ukuran yang sama di lokasi Taman Biodiversitas itu.
“Saya terkejut melihat jamur dengan
ukuran yang sangat besar, tidak seperti jamur biasanya,” ujar Amalia Rezeki yang juga merupakan founder Lembaga Pusat Studi & Konservasi Keanekaragaman Hayati Indonesia , Rabu (12/5/2021).

Sugiyanto menambahkan, jamur raksasa tersebut memang biasa tumbuh di bawah pohon Bangkinang (Elaeocarpus glaber Bl), namun karena ukurannya yang cukup besar sehingga menarik perhatian warga.
Meski tidak tahu jenis jamur apa yang sampai tumbuh besar tersebut, warga tak berani untuk mengonsumsi.

“Untuk menjaga jamur berwarna putih kekuningan tersebut agar tidak dirusak oleh pengunjung taman, Pokdarwis setempat akan membuat pagar yang membatasi agar pengunjung tidak menyentuh jamur tersebut,” jelas Sugiyanto.

Sebelumnya, ditaman buah lokal tersebut ditemukan 15 spesies jamur makroskopis yang digolongkan menjadi 12 famili dan 13 genus. Jenis-jenis tertentu yang umum dijumpai menunjukan adanya kecenderungan terhadap kondisi habitatnya. Keberadaan jamur sangat penting berperan dalam menguraikan material-material organik dan mendaur ulang nutrient pada tanah, ditaman biodiversitas ini.

Menurut Amel sebutan akrab dosen biologi di ULM ini. Ia belum berani memastikan jenis dari jamur raksasa ini. Sementara diduga dari familly Boletaceae. Lebih lanjut ia akan mengambil satu sampel dari jamur tersebut, untuk dibawa ke laboratorium Biodiversitas Indonesia agar dapat lebih memudahkan identifikasinya.

Jamur ini memiliki beberapa karakteristik fisik yang menjadi pembeda dengan jenis jamur yang lainnya. Salah satu dari karakteristik yang paling khas pada jamur ini adalah ukurannya yang besar dan memiliki tudung serta batang yang besar dan tebal. Selain itu, jamur dapat tumbuh hingga 20 cm dengan lebar tudung mencapai 30 cm.
Warna tudung yang berwarna putih kekuningan dan batang berwarna lebih gelap, terlihat kontras dilantai taman biodiversitas.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.