Disnaker Sidak Perusahaan Pembayaran THR

  • Whatsapp
Dinas Tenaga Kerja Tapin bersama Polisi dan TNI sidak perusahaan terkait pembayaran THR karyawannya.(ist)

Rantau, kalselpos.com – Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tapin sidak ke perusahaan perusahaan di Tapin untuk memastikan pembayaran tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya tepat waktu, paling lambat H7 lebaran Kamis (6/5)

Bacaan Lainnya

Sidak keperusahaan dipimpin langsung Kepala Dinas Tenaga Kerja Tapin Hj Fauziah dan Sekretaris Budi Suharso beserta stafnya dan didampingi aparat Kepolisian Tapin dan TNI Kodim 1010 Rantau.

Pemantauan pembayaran THR dimulai PT Adhikarya yang mengerjakan mega proyek RSUD Baru Tapin berlokasi di Jalan Terantang Kelurahan Bitahan Kec Lokpaikan, Dilanjutkan ke PT Bhumi Rantau Energi (PT BRE). Di sini tim tidak bisa masuk ke dalam, karena ada syarat khusus dari perusahaan bahwa setiap tamu yang masuk mentaati prokes.

Jadi hanya dilakukan pertemuan di ruang lobi sebanyak 5 orang dan mengambil data karyawan yang bekerja diperusahaan tersebut.

“Mohon maaf kami tidak bisa menerima dalam sebuah pertemuan, karena menjalankan aturan perusahaan yakni protokol kesehatan covid 19, “ungkap Joko Bagiono mewakili Perusahaan PT Bhumi Rantau Energi.

Namun kami hanya bisa memberikan data, apa yang dimina Dinas Tenaga Kerja Tapin terkait pembayaran THR kepada karyawan.

Kemudian dilanjutkan ke PT Binuang Mitra Bersama di Binuang juga melakukan pertemuan dikantornya dan terakhir ke PT Antang Gunung Meratus di Jalan A Yani Suato Tatakan Kec Tapin Selatan.

Kepala Disnaker Tapin, Fauziah, mengatakan, sidak keperusahaan dalam rangka memastikan apakah perusahaan sudah membayar THR kepada karyawannya,.hal ini dilakukan sesuai dengan aturan ketenagakerjaan.

Daripantauan yang dilakukan, rata-rata perusahaan sudah membayar THR kepada karyawannya.

“Alhamdulillah dari perusahaan yang kami pantau, sudah melaksanakan kewajibannya membayar THR,” ucapnya.

Namun, bagi perusahaan tidak mampu membayar THR sesuai dengan waktu yang ditetapkan, busa melapor kepada kita dan untuk berdialog sesuai pekerjaannya.

“Tujuannya untuk sama-sama mencari solusi jalan terbaik bagi perusahaan itu sendiri dan karyawannya, ,” jelasnya.

Selain berunding kepada para pekerjanya, perusahaan juga harus menunjukkan bukti bahwa tidak bisa membayar THR tepat waktu.

“Bisa diberitahukan bagaimana situasi laporan keuangan terkini dari perusahaan,” lanjutnya.

Sementara salah satu perwakilan perusahaan Agus menuturkan sejak 30 April 2021 tadi perusahaan sudah membayar THR bagi 541 karyawan. 353 orang dari Kabupaten Tapin dan 188 orang dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Pembayaran THR sesuai perundangan-perundangan yang berlaku, Jadi karyawan yang sudah lebih satu tahun bekerja, dibayar satu bulan gajih dan yang dibawah satu tahun, sesuai perhitungan yang ada,” ucap Agus bagian HRGA dari PT AGM.

Sementara Fachrizni Manager HRGA PT BMB mengatakan, kalau perusahaan sudah kometmen membayarkan THR kepada karyawannya.

Persahaan kometmen membayarkan “THR kepada karyawan baik itu status tetap maupun kontrak sesuai dengan ketentuan aturan berlaku, “katanya.

Disamping itu pula karyawan harian lepas tidak kontrak juga dibayarkan THRnya secara proporsional.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.