LSM dukung Kajati Kalteng ‘telusuri’ dugaan aliran dana PDAM Kapuas mengalir ke Pimpinan Daerah

Maserani Mahmud

Kuala Kapuas, kalselpos.com – LSM Forum Pemuda Reformasi (FPR) Kabupaten Kapuas, Kalteng menyatakan dukungannya terkait langkah Kejati Kalteng yang akan menindaklanjuti informasi terkait adanya dugaan aliran dana kepada Pimpinan Daerah, yang merugikan Negara/Daerah sebesar Rp7 miliar lebih, terkait dugaan tindak pidana korupsi di tubuh PDAM Kapuas.
Sebab, sebagaimana ditegaskan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalteng, Imam Wijaya SH M.Hum, kepada media online setempat, tertanggal 29 April 2021 lalu, pihak kejaksaan setempat dipastikan segera menindaklanjuti informasi terkait adanya dugaan aliran dana kepada Pimpinan Daerah setempat.

 

Bacaan Lainnya

“Menurut hemat kami, Bupati Kapuas adalah orang paling bertanggungjawab atas kerugian tersebut, karena berdasarkan amanat yang tertuang pada Perda Kabupaten Kapuas Nomor 7 Tahun 2011, khususnya Pasal 8 ayat 2 tentang Pendirian Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kapuas, di mana bupati adalah sebagai Pemilik Modal dan ditambah dengan fakta persidangan pemeriksaan saksi pada tanggal 4 Maret 2021, yang terungkap sebagaimana terdakwa Widodo SE, yang membenarkan, bupati dan isteri menerima aliran dana penyertaan modal dari Pemda Kapuas,” ungkap Ketua LSM FPR Kapuas, Maserani Mahmud, sebagaimana Press Release yang disampaikan ke redaksi kalselpos.com, Senin (3/5/21) petang, di Banjarmasin.

Pos terkait