Lutfi mengingatkan larangan mudik jangan lumpuhkan perekonomian masyarakat

  • Whatsapp
Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, HM. Lutfi Saifuddin.(ist)

Banjarmasin,kalselpos.com – Kebijakan pemerintah berupa pelarangan mudik lebaran justru menimbulkan persoalan bagi para supir yang menggantungkan hidup mereka dari sopir angkutan darat ini. Penerapan aturan tersebut tidak seharusnya sampai melumpuhkam perekonomian masyarakat.

“Saya hanya mengingatkan saja kasihan masyakarat kita yang menggantungkan pendapatan dari menyopir taksi angkutan penumpang umum ini,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) HM. Lutfi Saifuddin SSos kepada kalselpos.com, Minggu (02/05).

Bacaan Lainnya

Sebelum dihantam pandemi Covid-19, kondisi pendapatan para supir mengalami penurunan dari waktu ke waktu karena kondisi armada trayek yang semakin tua tergerus zaman apalagi kemudahan masyarakat mendapatkan transportasi roda dua dan empat juga memberikan andil, keadaan ini diperparah dengan dampak wabah virus. Situasi tersebut dirasa semakin sulit lagi di saat adanya keputusan larangan mudik oleh pemerintah.

“Ya, di masa mudik inilah harapan besar para supir untuk meningkatkan pendapat mereka,” tambahnya

Lanjut Anggota DPRD Kalsel dua periode ini mengingatkan itu sehubungan “surat terbuka” yang merupakan curahan hati seorang sopir angkutan di provinsi melalui media sosial (medsos) tanggal 1 Mei 2021. Mamang diakui bahwa masalah pelarangan mudik sangat menyakiti hati sehingga perlu solusi yang bijak dan terbaik dengan mempertimbangkan perekonomian rakyat kecil.

“Apalagi bagi masyarakat kurang mampu situasi ini jelas menambah kesulitan mereka,” ucap politisi Partai Gerindra ini

Selain itu perlu disadari berdasarkan hati nurani bahwa mematikan mata pencaharian masyarakat bukan hanya sopir transportasi saja, akan tetapi juga perekonomian secara umum. Semestinya, perlu pemikiran bagaimana ada cara lain untuk mencegah pandemi Covid-19 tanpa mengorbankan kepentingan masyarakat.

“Artinya kita sependapat pandemi ini merupakan ancaman serius dan harus menjadi tanggung jawab semua pihak untuk penanggulangan atau pencegahannya,” cetusnya.

Diakuinya, disisi lain memutus mata rantai wabah virus ini mutlak dilakukan, namun usaha ini jangan sampai melumpuhkan perekonomian yang semakin terpuruk.

Lanjut Lutfi, secara pribadi maupun selaku wakil rakyat, ia kurang sependapat larangan mudik yang justru bisa menambah parah keadaan masyarakat. Sudah dihadapkan pada pandemi Covid-19, ditambah lagi semakin terpuruknya perekonomian rakyat karena larangan mudik tersebut.

Sebelumnya curahan hati seorang sopir angkutan itu bertujuan kepada Gubernur serta Bupati yang isinya mengharapkan kebijakan pemerintah daerah untuk peniadaan larangan mudik karena kebijakan tersebut dinilai mereka berdampak pada pendapatan dan kesejahteraan keluarga.

“Mengandalkan mata pencaharian sebagai sopir taksi angkutan penumpang umum beda halnya dengan mereka yang menerima gaji tiap bulan atau pejabat gaji besar,” tukasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.