Proklim di Lahan Rawa

  • Whatsapp
Proklim di Lahan Rawa
Kegiatan sosialisasi Proklim dan pengisian data Sistem Registrasi Nasional (SRN) di Desa Pulantani Kecamatan Haur gading HSU.(Ist)

Amuntai, kalselpos.comProklim di Lahan Rawa – Guna mempertahankan ekosistem dan menjaga lingkungan serta pengendalian dampak buruk dari perubahan Iklim, Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup Kabupaten Hulu Sungai Utara(HSU) bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim di Desa Pulantani Kecamatan Haur gading dan Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan, Kamis (29/4/ 2021).

Bacaan Lainnya

Selain mengadakan Sosialisasi Program Kampung Iklim dilaksanakan pula pengisian data Sistem Registrasi Nasional (SRN) serta Spectrum di Aula Balai Desa Pulantani.

Didampingi Rusmini selaku Kasi Pengembangan Kapasitas dan Ahmad,selaku Kepala UPT TPA A,
Kabid Pengawasan dan Tata Lingkungan Disperkim HSU,H.Mulianto mengapresiasi kegiatan ini karena disambut baik oleh masyarakat setempat.

“Masyarakat kedua desa ini sangat pro aktif dalam menjaga lingkungan melakukan aksi adaptasi perubahan iklim khusus nya di wilayah lahan rawa,” kata H. Mulianto.

Sementara itu sebagai narasumber dari DLH Provinsi Kalsel, M. Khoirullah memberikan materi terkait isian SRN menyangkut Adaptasi, Mitigasi serta kelembagaan .

Menurut Khoirullah Proklim di Desa Pulantani dan Banyu Hirang sangatlah unik karena berada di lahan rawa.

“Ini unik,Karena aksi adaptasi dan mitigasi yang dilakukan mayarakat di lahan rawa berbeda dengan kebanyakan desa lahan pertanian lain,” sebut Khairulloh

Ditambahkan Khairullah,,disini ada kearifan lokal yang turut berperan dalam menjaga lingkungan.

“Kondisi berupa lingkungan berawa merupakan suatu kearifan lokal dalam menjaga ekosistem dan lingkungan dan dampak buruk dari perubahan iklim,” jelas pria yang menjabat selaku Penelaah Dampak Lingkungan DLH Provinsi Kalsel ini.
Pada kesempatan itu turut dilakukan kunjungan ke lokasi wisata Susur Awang Rawa gambut dan lokasi kerajinan di Desa Pulantani . Dimana di desa ini terdapat 58 pengrajin anyaman purun.

Yang sangat membanggakan Desa Pulantani Sebagai motivator bekerjasama dengan 4 Desa disekitarnya yang menjadikan Desa Wisata Gambut. “Ya untuk sementara ini kami masih menggunakan Dana Desa untuk membangun pondok dan Gazebo di lahan wisata Awang rawa gambut,” ucap Iwan Hermawan selaku Sekretaris Desa Pulantani.

Iwan berharap adanya bantuan pihak terkait
“Kami berharap ada bantuan dari pihak ke tiga untuk mendukung kegiatan ini, mengingat kami telah memiliki master plan,” tutur Iwan Hermawan selaku Sekdes Desa Pulantani.

Desa Pulantani memiliki 87,11 hektar kebun Purun milik masyarakat dan satu hektare Demplot Budidaya Tanaman Purun dengan pola pemeliharaan sebagai contoh bagi warga desa,

Berdasarkan pemantauan di lapangan adalah bukan pada sulitnya bahan baku Purun namun lebih kepada bagaimana pengrajin Purun mampu menjaga kualitas bahan baku Purun tersebut karena banyaknya gulma ( kayapu dan Enceng gondok ukuran kecil).

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.