Pemberlakuan Sertpikat tanah elektronik, ini penjelasan Kakanwil BPN Kalsel

  • Whatsapp
Kakanwil BPN Provinsi Kalimantan Selatan, Alen Saputra saat dikonfirmasi kalselpos.com di ruang kerjanya.(mul)

Banjarbaru, kalselpos.com – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Alen Saputra SH, M,Kn menjelaskan terkait program pemerintah pemberlakuan sertipikat elektronik.

Alen menjelaskan, pemberlakuan sertipikat elektronik dilaksanakan secara bertahap, yakni tahap uji coba dilakukan di 12 kota besar dulu, diantaranya Kota DKI Jakarta, Surabaya, Batam dan Denpasar dan lainya masih dipilih.

Bacaan Lainnya

“Uji coba di 12 kota ini hanya sertipikat milik aset pemerintah daerah saja dulu. Pasalnya pemerintah tidak ada jual beli, peralihan dan lainnya,”terangnya.

Selanjutnya, setelah sukses 12 kota pemberlakuan sertipikat elektronik aset pemda baru ditingkatkan ke 100 kota, juga untuk milik pemerintah.

Tahap berikutnya setelah sukses 100 kota, baru diberlakukan untuk seluruh indonesia.

“Pemberlakuan seluruh indonesia itupun sertipikat skala besar – besar dulu, seperti HGU, HGB. Jika ini sudah sukses baru untuk masyarakat umum perorangan,”papar Kakanwil BPN Kalsel.

Sedangkan untuk masyarakat perorangan pun diberlakukan yang percaya dulu terhadap sertipikat elektronik tersebut.

Disampaikannya, sertipikat manual terdahulu tidak akan ditarik oleh BPN. “Jadi nantinya jika sudah sukses dan diberlakukan ke masyarakat perorangan, maka mereka sendiri secara sukarela menyerahkan ke BPN untuk merubah yang manual ke elektronik,”katanya.

Keunggulan sertipikat manual dengan elektronik, lanjut pria ramah bertubuh tinggi dan tegap itu, adalah pastinya lebih aman, aman dari kebakaran, kebanjiran dan aman dari tumpang tindih. Sebab sertipikat elektronik disimpan oleh BPN dan passwordnya hanya diketahui oleh pemilik sertipikat seperti kartu ATM,

Jika pemilik sertipikat tersebut memerlukan, maka bisa langsung datang ke BPN untuk cetak print sertipikatnya.

“Saya perkirakan sekitar 5 tahunan setelah uji coba sertipikat elektronik ini berhasil baru untuk masyarakat perorangan. Jadi masyarakat jangan resah dan berasumsi macam -macam dulu, kita fokus ke sertipikat manual dulu, karena progaram sertipikasi PTSL masih belum selesai untuk di Kalimantan Selatan ini,”pungkasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.