Pertama di Kalsel, Kabupaten Balangan ekspor porang ke Jepang

  • Whatsapp
Sekdaprov Kalsel, Roy Rizali Anwar melihat isi kontainer yang berisi porang siap ekspor.(ist)

Banjarbaru, kalselpos.com – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Banjarmasin untuk pertama kalinya melakukan sertifikasi ekspor porang (Amorphophallus Muelleri) asal Kabupaten Balangan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), sebanyak 10 ton dari total permintaan sebanyak 100 ton yang harus dipenuhi dalam waktu 5 bulan.

Komoditas asal sub sektor tanaman pangan ini, di ekspor ke Negara Jepang dalam bentuk chips oleh salah satu perusahan dengan nilai ekonomi sebesar lima ratus enam puluh juta rupiah dan akan diberangkatkan melalui Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin dengan moda transportasi laut menuju Pelabuhan Ishigaki Jepang.

Bacaan Lainnya

Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Roy Rizali Anwar,  yang hadir dan melepas ekspor perdana mewakili Pj. Gubernur Kalsel ini menyebutkan, bahwa pelepasan ekspor perdana produk pertanian berupa porang chips ini membuktikan dukungan yang kuat terhadap petani dan pelaku usaha pertanian di Kalsel khususnya di Kabupaten Balangan.

”Kabupaten Balangan, menjadi kabupaten pertama di Kalsel yang mengekspor porang ke Negara Jepang. Hal ini menjadikan nilai tinggi bagi kita untuk membudidayakan tanaman porang tersebut. Mudah-mudahan kedepan tanaman porang ini bisa ditanam merata diseluruh Kabupaten di Kalimantan Selatan,” harapnya.

Roy Rizali berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Balangan, seluruh petani porang di Balangan dan Asosiasi Asuhan Pemberdayaan Porang Indonesia (ASPEPORIN) di Kalsel, karena telah berhasil membudidayakan tanaman porang, hingga mampu menembus pasar ekspor ke negara Jepang.

Dengan ekspor porang tersebut, kita turut serta mendukung program Gerakan Tiga Kali Ekspor (GRATIEKS) dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sekaligus menandai babak baru lahirnya komuditas unggulan dari Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya di Kabupaten Balangan.

Roy mengatakan potensi pengembangan porang ini cukup besar, serta tingginya nilai ekonomi komoditas porang ini menjadi peluang emas bagi kalsel untuk menjadikan porang sebagai pangan unggulan, negara tujuan ekspor porang sendiri cukup luas mulai dari Jepang, Cina, Korea, Taiwan, Thailand, Vietnam, Australia, bahkan merambah Amerika dan Eropa.

Roy  berpesan kepada kepala daerah di Kalsel untuk dapat mengembangkan budidaya porang secara terencana, mulai dari penanaman, masa panen, hingga membangun bisnisnya. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Selatan telah mengusulkan anggaran ke Kementerian Pertanian untuk anggaran fasilitas sarana produksi pengembangan  porang dalam APBN tahun anggaran 2022 sebesar 3 Miliar rupiah untuk pengembangan porang seluas 90 Hektare.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Pos terkait