Anjir Muara bertekad menjadi Destinasi Desa Wisata Nasional

  • Whatsapp
Kawasan Muara Anjir Kabupaten Batola yang dikembangkan sebagai destinasi desa wisata.(ist)

Marabahan, kalselpos.com – Peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) mengembangkan wisata di desa sangat terasa manfaatnya, diberbagai daerah di Indonesia.

Bacaan Lainnya

Hal ini pulalah yang menjadi alasan 3 desa di Kecamatan Anjir Muara Kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalimantan Selatan, mendirikan Pokdarwis diwilayahnya masing-masing.

Melalui bentang alam yang indah, serta kearifan lokal yang mempesona, ketiga desa tersebut membuka akses wisata dibawah binaan Yayasan Sahabat Bekantan Indonesia (SBI).

Terlebih dahulu membuka akses wisata alam dikawasan Pulau Curiak, melalui Stasiun Riset Bekantan dan Mangrove Rambai Center yang telah mendunia.

Para stakeholder di Kabupaten Batola melakukan kolaborasi dalam mengangkat potensi wisata tersebut melalui dukungan penuh Bupati Hj. Noormiliyani AS, SH yang juga Pembina SBI foundation, bersama para pemangku kepentingan di Batola.

“Kami bertekad menjadikan kawasan Muara Anjir ini sebagai destinasi desa wisata nasional. Karena potensi bentang alam serta kearifan lokal masyarakat setempat layak dijual sebagai destinasi wisata. Apalagi partisipasi dan peran masyarakat, melalui Pokdarwisnya sangat mendukung,” jelas Amalia Rezeki Founder SBI

Bentuk Pokdarwis
saat ini pemerintahan desa dan para pemuda membentuk Pokdarwis untuk memacu pengembangan wisata di desanya masing-masingi. Para punggawa Pokdarwis yang terdiri dari tokoh masyarakat dan anak muda itu segera mengolah berbagai potensi yang dimiliki oleh desanya untuk menjadi desa wisata dengan berbagai obyek wisata sekaligus.

Potensi yang dimiliki desa tersebut, adalah bentang alam, berupa kawasan hutan mangrove rambai, dengan berbagai kekayaan flora dan fauna, seperti terdapatnya satwa ikon kebanggaan Provinsi Kalimantan Selatan, yaitu Bekantan (Nasalis larvatus), hamparan sawah pasang surut, kehidupan petani dan nelayan yang harmonis menyatu dengan alam. Adanya atraksi pasar terapung ikan, sedekah sungai dan kesenian pencak silat “Kuntow“.

Dikawasan ini juga dapat menikmati panorama matahari terbit dan tenggelam yang menghiasi langit di seputaran desa wisata.

Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan
Amalia Rezeki, mengatakan, bahwa pembangunan destinasi desa wisata di Anjir Muara yang saat ini mereka kembangkan, berpegang pada konsep pembangunan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable tourism Development ).

Upaya pengembangan dan pengelolaan sumber daya yang dilakukan  diarahkan agar dapat memenuhi aspek ekonomi, sosial dan estetika. sekaligus dapat menjaga keutuhan dan atau kelestarian ekologi, keanekaragaman hayati, budaya serta sistem kehidupan dikawasan tersebut. (WTO,1990)

Amel, sapaanan akrab dari perempuan peraih penghargaan lingkungan Internasional, ASEAN Youth  Eco Champion 2019 di Cambodia ini menambahkan karena dikawasan desa wisata terdapat habitat bekantan, yang merupakan satwa endemik Kalimantan yang dilindungi oleh Lembaga Konservasi Internasional IUCN dengan status Endargered atau terancam punah. Maka prinsip-prinsip konservasi  juga diterapkan.

Dijelaskannya pengembangan Desa Wisata harus menerapkan prinsip-prinsip pelestarian serta dalam hal pemanfaatannya agar tidak melampaui daya dukung lingkungan. Sehingga dengan berjalannya pembangunan pariwisata, kapasitas maksimum daya dukung (Carrying Capacity) dari suatu destinasi dalam mendukung  kebutuhan berbagai pemanfaatan tidak akan merusak alam, budaya maupun lingkungan.

Kemudian Jaya Hidayatulloh S.Sos., Camat Anjir Muara untuk menunjang aktivitas itu semua, ia bersama perangkat desa setempat dan didampingi SBI, membentuk Pokdarwis.

“Kami telah membentuk tiga Pokdarwis yang kawasannya berada di sekitar Muara Anjir, yaitu Pokdarwis Pesona Batola Setara, Pokdarwis Muara Kanoko Lestari dan Pokdarwis Taman Mangrove Rambai Lestari. Harapannya Pokdarwis tersebut, dapat segera menggerakan potensi desanya masing-masing menjadi destinasi unggulan di Batola, bahkan menjadi destinasi desa wisata nasional. Tentunya ini akan bisa dicapai jika semua pihak yang berkepentingan saling bahu membahu dalam mewujudkannya,“ kata Jaya sapaan akrab Camat Anjir Muara.

Staf Menteri Kemenkraft Kunjungi
Wisata Anjir Muara

Sementara itu, Andi Maipa Dewandaru, Dg.M., staf Menteri Kemenkraft RI yang berkesempatan mengunjungi Stasiun Riset Bekantan di Pulau Curiak, mengatakan potensi ekowisata konservasi bekantan yang dipadukan dengan keberadaan desa wisata di kawasan Kecamatan Anjir Muara adalah merupakan potensi pariwisata berkelanjutan

“Bagus dan perlu dikembangkan lebih maju lagi, serta ditingkatkan sarana dan prasarananya sesuai daya dukung kawasan tersebut. Hanya saja untuk ekowisata konservasi bekantan, lebih diarahkan pada wisatawan minat khusus,“ katanya.

Andi sapaan akrab staf Menteri Kemenkraft ini, berjanji akan melaporkan keberadaan potensi wisata di Kalsel tersebut kepada Menteri Sandiaga Uno. “Semoga beliau berkenan mengunjungi objek wisata Kalsel dalam waktu dekat ini, terutama ekowisata konservasi bekantan dan desa wisata disekitarnya. Mengingat saat ini pemerintah sedang gencar- gencarnya pengembangan pariwisata berkelanjutan ditanah air,” ujarnya.

Pada kesempatannya berkunjung ke Stasiun Riset Bekantan di Pulau Curiak, Andi merasa kagum dan mengapresiasi dengan apa yang telah dilakukan Amel beserta timnya dalam mengembangkan wisata minat khusus dikawasan tersebut, hingga mendunia.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Zoeanda
Editor: Bambang CE