PRS dan Si Midun Chatting ke Paskes Dongkrak Penilaian PPD‎

  • Whatsapp
DUDUK BERSAMA- Bupati Kabupaten HSS Achmad Fikry duduk bersama sambil bercanda dengan penerima bantuan rumah sejahtera.(Sofan)‎

Kandangan,kalselpos.com– Inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Program Rumah Sejahtera dan Si Midun Chatting ke Faskes‎, dongkrak penilaian Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dari ‎Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ‎(Bappenas) tahun 2021.

“Hasil penilaian tahap tiga atau tahap akhir Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS)‎ masuk 10 besar tingkat kabupaten se-Indonesia,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kabupaten HSS, M Arlian Syahrial‎, Rabu (7/4).

Bacaan Lainnya

Menurut Arlian‎ penilaian tahap ketiga dilakukan oleh Tim Penilai Independen dan Tim Penilai Utama yang dilaksanakan dalam bentuk diskusi dan tanya jawab melalui virtual mencegah pandemi Covid-19.

Dijelaskannya, cakupan penilaian terdiri atas 22 kriteria yang meliputi penilaian aspek pencapaian pembangunan, aspek kualitas perencanaan pembangunan, proses perencanaan, inovasi, video profil daerah, penanganan pandemi Covid-19, sampai pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Namun, penilaian tahap ketiga lebih difokuskan adalah untuk menjaring bagaimana pendapat publik terkait yang sudah diberikan pernyataan pada verifikasi tahap kedua. “Penilaian ‎tahap ketiga ini kebalikan dari tahap dua. Tahap ketiga ini tim mengecek para stakeholder terkait dengan pembangunan yang sudah dilaksanakan di Kabupaten HSS,” ujarnya.

Sebelum penilaian tahap ketiga, kata Arlian, di awal Maret lalu, Pemkab HSS juga sudah kedatangan Ombudsman Kalsel untuk melakukan verifikasi kebenaran berbagai program yang sudah dilakukan Pemkab setempat.

Arlian mengatakan, Kabupaten HSS masuk 10 besar didongkrat oleh program Bupati HSS Achmad Fikry dua periode, yakni memiliki program Rumah Sejahtera digagas oleh Dinas Sosial, dan Si Midun Chatting ke Faskes merupakan akronim dari strategi kemitraan dukun kampung dan bidan cegah stunting dari Dinas Kesehatan setempat‎

“Dengan kedua program unggulan tersebut, meski 2020 ada pandemi Covid-19, tingkat kemiskinan dan keparahannya menurun atau berkurang, sehingga memberikan nilai yang sangat baik bagi penilaian PPD,” ujarnya.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Sofan
Editor : Wandi