Sampah kiriman menumpuk di Desa Rampa Lama

  • Whatsapp
Sampah-sampah yang terbawa hanyut dari laut semakin banyak terdampar di Desa Rampa lama, salah satunya di lokasi RT 16.

KOTABARU, kalselpos.com– Sampah-sampah yang terbawa hanyut dari laut semakin banyak terdampar di Desa Rampa lama, salah satunya di lokasi RT 16.

Bacaan Lainnya

Seorang warga RT. 16, Nuar menyebut, sampah-sampah itu terus bertambah sejak 3 tahun belakangan, yang dibawa arus laut hingga terdampar didaerahnya.

“Dulu sudah pernah dilakukan gotong royong oleh kepala desa yang dibantu para warga untuk memungut sampah-sampah ini, namun sekarang sudah hampir satu tahun tidak pernah lagi ada Kegiatan tersebut, kami sebagai warga disini siap membantu jika kegiatan serupa kembali diadakan,” kata Nuar.

Sementara itu, Bahrun warga RT 16 desa rampa lama mengatakan, saat ini ada petugas kebersihan yang menangani masalah sampah diwilayahnya, namun untuk sampah hasil rumah tangga.

“Kami membayar setiap bulan untuk petugas kebersihan, namun itu untuk mengambil sampah yang ada di tong sampah saja, kami harap semoga sampah-sampah disini bisa lekas di bersihkan,” harap Bahrun.

Menurut penjelasan Ketua RT 16 Desa rampa lama, Rusdiansyah bahwa, sampah-sampah itu memang bawaan dari laut, dan warga inginnya minta di bersihkan.

Lanjutnya, pihaknya pernah kelola sampah tersebut, dan dilakukan pembersihan, tetapi sampah lain masuk lagi.

“Jangankan untuk sampah di RT 16 ini, di RT 13 dan 11 pun kalau air pasang sampah itu naik kejalan hingga sampah tersebut membuat warga resah,” terang Rusdiansyah.

Sedangkan untuk menjaga kebersihan, Rusdiansyah mengatakan warganya memiliki kesadaran bagus, mereka mengumpulkan sampah dan di taruh di depan rumah masing-masing, selanjutnya diambil oleh petugas kebersihan setiap pagi dan sore.

“Saat air pasang kami bisa memanfaatkan situasi itu untuk mengambil sampah-sampah yang naik ke jalan dan langsung menaruh kedalam truk pengangkut sampah, tapi masalahnya sekarang ini kami kekurangan alat tranportasi pengangkut sampah, kalau kami mengambilnya kemana kami harus menaruh sampah-sampah yang banyak itu, kalau hanya 3 buah truk kemungkinan tidak mencukupi karena sampahnya terlalu banyak kalau di tumpuk dijalan kesian masyarakat, semoga permasalahan sampah ini lekas ditanggapi,” harap Bahrun

Disisi lain, saat dikonfirmasi, Kepala Desa Rampa Lama, Samsir alam mengatakan, pihaknya sudah berkordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Sampah itu katanya bisa dianggap sampah kiriman. Pihaknya sudah pernah melakukan pembersihan dan ada beberapa puluh ton yang sudah diangkat, namun masalahnya ketika air laut pasang, sampah lain masuk lagi dan masuk ketempat yang pernah kami bersihkan sampah-sampahnya.

Jadi jalan satu-satunya di lakukan, sambungnya, adalah pemasangan kandang jaring agar sampah itu bisa diangkat lagi, tapi ketika belum sempat memasang kandang jaring ternyata sampah itu masuk lagi, usaha kami pun sia-sia. Padahal kata Samsir, pihaknya sudah puluhan ton mengangkat sampah-sampah itu, dan kami pun juga kerja sama dengan Lingkungan Hidup, mereka siap sediakan 3 truk pengangkut sampah.

“Intinya dari pihak DLH selalu merespons dalam bahasanya Armada selalu ada ketika kami memerlukan langsung turun kelapangan,” pungkas Samsir.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis : Ardiansyah
Editor : Aspihan Zain