Kadis TPH Kalsel tolak impor beras untuk menjaga Kedaulatan Pangan

  • Whatsapp
Syamsir Rahman, Kadis TPH Provinsi Kalsel.(anas aliando)

Banjarbaru,kalselpos.com – Kalau pemerintah masih ngotot ingin mengimpor beras di saat produksi sedang meningkat, sama saja melukai hati dan mengkhianati petani.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman kepada kalselpos.com, Rabu (31/3/2021).

Bacaan Lainnya

“Kita harus ingat ketika zaman penjajahan dulu. Siapa yang memberi makan pejuang, ya petani. Mereka rela membuka lumbung padinya. Setelah merdeka jangan khianati petani, jangan lukai hati petani,” ujar pria yang terkenal sangat disiplin itu.

Syamsir menegaskan, kalau nantinya impor beras tetap dilakukan, itu sama saja tidak menjaga dengan yang namanya kedaulatan pangan.

“Kedaulatan pangan harus kita tanamkan dalam jiwa siapapun baik petani, pedagang maupun  pemerintah,” cetusnya.

Syamsir berujar, hanya panganlah yang bisa melanjutkan kehidupan baru sandang. “Pangan itu nomor satu,” ucapnya.

Dia mengharapkan kepada semua pihak untuk menjaga yang namanya kedaulatan pangan baik secara harfiah maupun secara  hakiki.

“Runtuhnya suatu negeri apabila kedaulatan pangannya sudah tidak ada lagi,” tukasnya.

Kadis TPH Kalsel, Syamsir Rahman sempat menjadi perbincangan publik dengan statementnya yang menolak keras rencana impor beras oleh Menteri Koordinator Perekonomian dan Menteri Perdagangan.

Bahkan Syamsir memilih mundur dari jabatannya sebagai Kadis TPH apabila impor beras tetap dilakukan.

“Saya berada di pihak petani,” tegasnya.

kalselpos.com: Berita Terkini Kabar Terbaru Hari ini

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE