Sosialisasi Perda No. 4 Tahun 2017 diapresiasi penggiat Seni dan Masyarakat

  • Whatsapp
Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H Hasanuddin Murad foto bersama usai sosialisasi Perda tentang Budaya dan Kearifian Lokal.(ist)

Banjarmasin, kalselpos.com – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalsel, H Hasanuddin Murad SH menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No. 4 Tahun 2017 tentang Budaya Banua dan Kearifan Lokal dengan harapan produk hukum ini bisa diketahui dan dipahami seluas-luasnya oleh masyarakat.

Sosialisaai itu mengambil tempat di kawasan Handil Bakti Kabupaten Barito Kuala (Batola) dihadiri Camat Handil Bakti M Sya’rawi dengan sasaran peserta diantaranya komunitas penggiat seni dan para guru seni.

Bacaan Lainnya

“Pertimbangan kita karena banyak produk-produk hukum seperti Perda yang dibuat, tidak diketahui masyarakat secara luas,” ujar H. Hasanuddin Murad Kepada kalselpos.com, Sabtu (27/3/2021)

Ia menambahkan sosialisasi Perda ini rutin dilaksanakan secara berkelanjutan dan pihak legislatif menginginkan masyarakat juga mengetahui persis tentang produk hukum yang dibuat oleh DPRD.

Dalam sebuah adagium atau pribahasa, bahwa jika sebuah peraturan perundang-undangan yang dibuat dan ditetapkan pemerintah dengan dewan, baik oleh DPR RI maupun DPRD, maka secara otomatis masyarakat dianggap sudah mengetahui keberadaan payung hukum yang diterbitkan itu.

“Misalnya saja ketika terkena sanksi lalu beralibi tidak mengetahui adanya Perda, ketika dia mendapat sanksi karena melanggar terhadap suatu Perda,” terangnya.

Lanjut Politisi Golkar ini untuk mengantisipasi andai kejadian kasus ini maka anggota DPRD juga punya kewajiban untuk mensosialisasikan ke tengah masyarakat, agar mereka lebih mengetahui ada payung hukum berupa Perda ini. Misalnya saja aturan Budaya dan Kearifan Lokal mencakup ranah lingkungan yang berkaitan ekositem.

Oleh karena itu DPRD sebagai lembaga legislatif ternyata telah menjalankan tugas dan fungsinya, tak sebatas pada aspek pengawasan dan anggaran, namun juga aspek legislasi.

Masyarakat akhirnya juga mengetahui kalau DPRD selama ini tidak hanya melaksanakan fungsi pengawasan dan penganggaran, tapi juga melaksanakan tugas legislasi, yaitu DPRD menghasilkan produk-produk hukum berupa Perda.

“Semoga dengan sosialisasi dan edukasi ini bisa menambah pengetahuan sekaligus pemahaman bagi kita semua,” harap mantan anggota DPR RI ini.

Kemudian, Khairiadi Asa
anggota Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI)
mengungkapkan, Perda Budaya Banua dan Kearifan Lokal ini adalah rangkuman berbagai budaya di daerah, tak hanya budaya Banjar, tapi juga budaya dari suku lain seperti perwakilan grup budaya Kuda Lumping yang sempat menyampaikan aspirasinya agar kesenian itu bisa terus eksis.

Selain itu Perda ini juga memuat dan menggariskan ketentuan terkait fasilitasi, anggaran yang teknisnya dilaksankalan oleh Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) atau instansi terkait bersama masyarakat khususnya penggiat seni.

“SOPD terkait akan terus mensosialisasikan Perda ini dan tak terbatas kepada pegiat budaya dan seni, tapi juga lapisan masyarakat lainya di Kalsel,” bebernya.

Salah satu peserta, Ibu Fatimah, mengaku senang dan mangapresiasi atas kegiatan sosialisasi ini. Karena merekapun bisa lebih mengetahui dan memperoleh informasi terkait tugas-tugas DPRD, khususnya Perda Budaya dan Kearifian Lokal.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Red : Penulis komentar bertanggung jawab atas akibat hukum yang ditimbulkan

 

Penulis: Sidik
Editor: Bambang CE