DPD PAPPRI Kalsel masa bakti 2020-2025 resmi Dikukuhkan

  • Whatsapp
Ketua DPD PAPPRI Kalsel, Dino Sirajuddin diwawancarai wartawan usai acara pengukuhan, Rabu malam.(Anas Aliando)

Banjarmasin,kalselpos.com – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kalimantan Selatan (Kalsel) masa bakti 2020-2025 resmi dikukuhkan. Acara pelantikan dan pengukuhan tersebut dilaksanakan di salah satu rumah makan di Banjarmasin, Rabu (10/3/2021) malam.

Ketua Umum DPD PAPPRI Provinsi Kalimantan Selatan, Dino Sirajuddin, beserta jajaran pengurus lainnya dilantik dan dikukuhkan secara virtual oleh Ketua Umum DPP PAPPRI, AM Hendropriyono.

Bacaan Lainnya

Usai dilantik, pria dengan sapaan Dino itu mengaku akan mengembangkan sepak terjang perhimpunan para seniman tarik suara itu dengan membentuk Dewan Pengurus Cabang (DPC) di setiap kabupaten/kota yang ada di Bumi Kayuh Baimbai ini.

Menurutnya, hal tersebut merupakan salah satu program utama dari program kerja yang sudah disepakati bersama pengurus lainnya.

“Targetnya membentuk DPC PAPPRI di 13 kabupaten/kota sesuai dengan amanah dari DPP di Jakarta,” ungkapnya pada awak media usai menjalani pelantikan, Rabu (10/3) malam.

Pasalnya, selama ini pengurus perhimpunan para seniman tersebut hanya terdapat di tingkat provinsi. Sehingga ia menilai dengan dibentuknya DPC akan terbentuk kekuatan yang semakin besar.

“Kita perlu sekali DPC di tiap daerah, karena kalau hanya di tingkat provinsi kita tidak bisa menggapai sampai ke sana karena adanya keterbatasan jumlah pengurus dan jarak,” imbuhnya.

Kemudian, di masa pandemi yang serba keterbatasan seperti saat ini akan dijadikan oleh pihaknya menjadi sebuah tantangan tersendiri.

“Tapi sebenarnya kita sudah merintis bekerjasama dengan dinas terkait baik di tingkat kota maupun provinsi dalam hal pementasan dan dana,” ujarnya.

Kemudian, ia menambahkan, sekarang pemerintah sudah memberi sedikit kelonggaran bagi para pekerja seni. Sehingga mereka sudah bisa mengembangkan kreativitasnya.

Selain itu, guna menghindari resiko paparan Covid-19 terhadap para seniman tarik suara, pihaknya juga akan mengusulkan kepada pemerintah agar para pekerja seni khususnya anggota PAPPRI Kalsel visa mendapatkan vaksin Covid-19.

“Terkait hal ini kita tetap mengacu kepada ketentuan yang ditetapkan pemerintah. Saya yakin Pemerintah kita sudah mengayomi seluruh kelas masyarakat, termasuk para pekerja seni,” imbuhnya

Disamping itu, ia menjelaskan wadah atau organisasi para pemusik dan pencipta lagu di Kalimantan Selatan ini dibentuk untuk mencapai kesejahteraan, hak cipta, ide dan gagasan-gagasan yang selama ini belum tersalurkan.

Kendati demikian, ia mengakui, bahwa PAPPRI memiliki keterbatasan, khususnya dalam bidang pendanaan.

Sehingga saat ini pihaknya sepakat untuk membangun network dan kepercayaan agar bisa mengumpulkan dana-dana penunjang bagi keberlangsungan program-program kerja yang akan dijalankan.

“Kita berharap di pengurusan dengan jumlah lebih 60 orang di periode ini meski terdapat keterbatasan, PAPPRI bisa tetap eksis dan tetap berkembang,” tutupnya.

Ada pun 11 bidang PAPPRI yakni bidang orginasasi dan keanggotaan, program dan produksi musik, pengembangan musik trsdisionsl dan musik daerah, hubungan industri musik, pendidikan dan latihan.

Selanjutnya, hubungan pemerintah /kelembagaan, humas dan media, teknologi dan informatika, bidang hukum, bidang Kerohanian dan kesejahteraan sosial serta bidang komunikasi daerah.

PAPPRI, sebuah organisasi perkumpulan para pencipta lagu yang didirikan pertama kali pada tanggal 27 Febuari 1986, pada awalnya merupakan kepanjangan dari Paguyuban Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia. Namun pada tahun 1987, kepanjangannya berubah menjadi Persatuan Artis Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia.

Dalam perkembangannya kemudian, PAPPRI yang anggotanya adalah para pencipta lagu dan penata musik rekaman diperluas dengan memasukan para artis penyanyi sehingga kepanjangan PAPPRI menjadi Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Penata Musik Rekaman Indonesia.

Seiring dengan dinamika perkembangan musik di era teknologi modern dewasa ini, maka PAPPRI merasa perlu menyesuaikan eksistensinya sehingga keanggotaannya tidak lagi dibatasi pada seniman musik rekaman saja.

Berdasarkan pemikirian itu, maka pada Kongres VI PAPPRI tahun 2012, namanya berubah menjadi Persatuan Artis Pernyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Indonesia sebagai organisasi profesi yang resmi, PAPPRI merupakan badan yang terlegalisasihukum yang tercatat pada Lembaran Negara R.I dan terdaftar di Direktorat Jendral Kesbang Kementrian Dalam Negeri.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya