Gabungan 12 LSM gelar aksi damai di DPRD Kota Banjarmasin

  • Whatsapp
Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel, H Muhammad Hasan (kiri) bersama gabungan 12 LSM saat gelar aksi damai di Kantor DPRD Kota Banjarmasin, Senin siang.(Anas Aliando)

Banjarmasin, kalselpos.com– Puluhan massa gabungan dari 12 LSM di Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar aksi damai di Kantor DPRD Kota Banjarmasin, Senin (8/3/2021) siang.

Di bawah komando koordinator aksi, H Muhammad Hasan yang juga Ketua DPD Pemuda Islam Kalsel, aksi berjalan dengan aman, damai dan tertib. Massa terlihat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.

Bacaan Lainnya

Ada dua persoalan penting yang meraka sampaikan di rumah Banjar itu. Yang pertama soal rencana pembelian mobil baru yang ramai diperbincangkan dan yang kedua masalah izin peredaran miras di Kota Banjarmasin.

“Kami meminta dewan untuk menunda dulu pembelian mobil baru karena situasi saat ini masih dalam keprihatinan karena pandemi Covid-19. Rakyat masih banyak yang kesusahan akibat terjadinya PHK,” ujar Muhammad Hasan dalam orasinya.

Sedangkan untuk peredaran miras di Kota Banjarmasin, massa meminta DPRD Kota Banjarmasin untuk terus mengawal Perda yang ada dan jangan ada lagi upaya untuk membuat Perda baru yang pada intinya menambah jumlah distributor penjual miras di kota seribu sungai.

“Kami ingin Perda yang ditetapkan yang dijalankan. Cukup yang sudah ada aja jangan ada lagi ditambah izin untuk distributor miras. Dengan dua saja masih banyak yang mabuk, apalagi kalau ditambah, bisa semakin banyak yang teler,” ujar mantan Ketua DPD KNPI Kalsel dua periode itu.

Wakil Ketua DPRD Kota Banjarmasin Matnor Ali yang menemui massa menjelaskan bahwa memang saatnya mobil yang ada harus diganti karena usianya sudah lima tahun.

“Penggantian mobil baru itu se Indonesia.  Lima tahun harus diganti atau diremajakan agar dijual mobil masih bisa mahal dan ini sesuai Permendagri Nomor 11 tahun 2007,” beber Matnor Ali.

Dia juga menerangkan, andai mobil lama terus dipakai maka akan melanggar aturan. Karena pada tahun 2015 mobil yang dibeli diatas 2000 CC dan harganya diatas Rp600 juta per unit.

“Jadi mobil kami kembalikan dan diganti dengan mobil yang lebih murah harganya dibawah Rp500 juta,” ungkap Matnor Ali.

Sedangkan terkait distributor miras di Banjarmasin menurut Matnor izinnya di pusat. Jadi mereka tidak bisa berbuat banyak.

Matnor bersyukurlah atas dicabutnya Perpres investasi miras oleh Presiden Joko Widodo beberapa hari yang lalu.

“Semua elemen menolak, kami juga. Presiden sudah mendengar gejolak dan Perpres dicabut beliau. Kalau tidak dicabut  maka di Banjarmasin akan ada produk miras,” ujar Matnor Ali.

Usai di Kantor DPRD Kota Banjarmasin, massa melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Kalsel, Kejati Kalsel dan Kantor Balai Jalan Nasional di Kayutangi.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Anas Aliando
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya