DPC PD Tanbu, Roni Reja tak pedulikan sikap AHY

Para Ketua DPC PD Kalsel saat mengikuti KLB di Sibolangit, Sumatera Utara bersama Ketum Moeldoko.(ist)

Batulicin, kalselpos.com – Prahara Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat (PD) berimbas hingga ke Kalimantan Selatan (Kalsel).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat (PD) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) telah mengakui turut serta menghadiri acara Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Sumatera Utara (Sumut) yang digelar oleh kubu Muldoko.

Bacaan Lainnya

Saat dikonfirmasi melalui selulernya kepada kalselpos.com Ketua DPC Demokrat Tanbu, Roni Reja SH SE, Senin (8/3/21) tak menampik telah mengikuti KLB tersebut sejak hari Jumat 5 Maret 2021 hingga Sabtu 6 Maret 2021.

“Iya, benar saya mengikuti acara KLB di Hotel The Hill Sibolangit Sumut dan tiba di sana sejak hari Jumat kemarin, berdasarkan hasil KLB Jenderal (Purn) Dr. Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Demokrat Periode 2021 – 2025.

Pada saat itu yang mengikuti KLB di Sumut ada 8 DPC di Kalsel seperti DPC PD Tanbu, Kotabaru, Tapin, Barito Kuala, Hulu Sungai Selatan, Kab.Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengai dan DPC PD Tabalong.

“Akan tetapi pada saat itu Ketua DPD PD Kalsel Ruslan SE tidak hadir pada KLB,” ungkap Ketua DPC PD Tanbu.

Dijelaskannya, pada saat dirinya dan beberapa DPC PD sepulang mengikuti acara KLB di Sibolangit yang pada saat itu transit di Bandar Udara Soekarno-Hatta Jakarta mendapatkan informasi dari rekan-rekannya dan media masa bahwa kedelapan DPC tersebut di pecat dan sudah ada Plt DPC dari Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Kendati demikian Roni Reja berkata bahwasanya dirinya mengikuti KLB karena ada krisis kepercayaan terhadap kepemimpinan AHY di Partai Demokrat terkesan jalan di tempat.

Sebagai misal pada Pemilu 2019 lalu tak ada dukungan dan bantuan apapun dari DPP untuk melakukan kampanye termasuk untuk kantor sekretariat Partai. Padahal hal itu sangat penting, Al hasil sulit untuk meraih suara di pemilu 2019 lalu.

“Kami sebagai Ketua DPC meminta kepada AHY supaya legowo dan menerima KLB ini sudah sah,” katanya.

Sebab menurutnya, semua itu merupakan keinginan dan aspirasi dari mayoritas pimpinan DPC.

“Selain itu Ketum AHY sudah didemisioner dan tidak berhak lagi memberhentikan para Ketua DPC yang sah,” pungkas nya.

kalselpos.com: Berita Terkini, Kabar Terbaru Hari ini Banjarmasin Kalimantan Selatan dan Nasional

Download aplikasi kalselpos.com versi android  kami di Play Store : Aplikasi Kalselpos.com

Penulis: Kristiawan
Editor: Bambang CE

Kebijakan Redaksi kalselpos.com
Redaksi berhak menghapus dan atau menutup komentar yang dinilai tidak etis.
Penulis Komentar tidak etis bertanggung jawab penuh atas akibat hukum yang ditimbulkannya

Pos terkait